Reseller Raup 40% Penjualan Emas Antam, Beberapa dari Startup

Beberapa startup yang menjual produk emas Antam di antaranya Lakuemas, Tokopedia, dan Orori.
Image title
23 November 2019, 09:35
emas, emas antam, antam, lakuemas, tokopedia, orori, harga emas, milenial
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi emas batangan PT Aneka Tambang di butik Gedung Ravindo, Jakarta (14/10/2019). Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (14/10/2019) berada di angka Rp 754.000 per gram.

Kontribusi reseller dari total penjualan emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. mencapai 40%. Beberapa reseller tersebut adalah perusahaan rintisan (startup), di antaranya Lakuemas, Tokopedia, dan Orori.

VP Marketing & Sales Aneka Tambang (Antam) Iwan Dahlan mengatakan perusahaannya memang mengandalkan reseller untuk mendukung penjualan emasnya. Sampai saat ini, ada sekitar 13 reseller baik online dan maupun offline yang bekerja sama dalam penjualan emas Antam. Selain dari startup, ada beberapa reseller offline seperti Indogold dan Pegadaian.

Menurutnya, startup yang menjadi reseller emas bisa mendongkrak penjualan dan memperluas jangkauan pasar. "Harapannya bisa menarik millenial untuk lebih aware investasi di emas LBMA (London Bullion Market Association)," ujar Iwan di Jakarta, Jumat (22/11).

 

Advertisement

(Baca: Platform Jual Beli Emas Digital Bidik Milenial)

Business Development Director Lakuemas, Junior Sambyanto mengatakan, 99% emas yang ada di Lakuemas berasal dari Antam. Sampai saat ini total, sudah ada lebih dari 20.000 pengguna Lakuemas yang berinvestasi.

"Lakuemas ingin menekankan komitmen sosialiaasi ke masyarakat pentingnya investasi emas," jelas Junior pada Jumat. 80% pengguna Lakuemas merupakan millenial berusia 25 sampai 39 tahun. 

Iwan menambahkan masyarakat Indonesia kini sudah mulai tertarik berinvestasi emas. "Dulu ketika harga lagi naik, tidak banyak beli emas. Sekarang tidak melihat itu," ungkap Iwan.

Emas memiliki volatilitas atau fluktuasi yang lebih rendah dibanding instrumen investasi lainnya. Seiring berjalannya waktu, harga emas semakin meningkat. Pada 1994, harga emas hanya di kisaran Rp 50 ribu per gram. Kini, harganya sudah hampir mencapai Rp 750 ribu per gramnya.

(Baca: Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 748 Ribu per Gram)

Penjualan emas di Antam saat ini sudah mencapai target tahunan. Untuk 2019, Antam menargetkan penjualan sebanyak 30 ton emas. Sampai akhir November, penjualan sudah tercapai 31 ton emas. Selama 2019 ini, Iwan memperkirakan, penjualan emas bisa mencapai 32 ton. Sekitar 60% penjualan emas di Antam merupakan ekspor sisanya dijual di dalam negeri. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait