Negara Dapat Dividen Rp 6,16 Triliun dari Bank Mandiri

RUPST Bank Mandiri memutuskan pembagian dividen senilai Rp 10,27 triliun atau 60% dari total laba bersih 2020.
Image title
16 Maret 2021, 00:04
bank mandiri, dividen bank mandiri, laba bersih bank mandiri, bumn, perbankan, bank pelat merah, dividen bumn
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membagikan dividen dengan total Rp 10,27 triliun atau sekitar Rp 220 per saham. Dividen tersebut diambil dari 60% laba bersih 2020 yang senilai senilai Rp 17,11 triliun.

Pembagian dividen tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Lalu, berapa besar dividen yang diterima negara selaku pemilik saham Bank Mandiri?

Negara Republik Indonesia memiliki 28 miliar unit saham Bank Mandiri per 28 Februari 2021, atau setara 60% dari total saham. Dengan begitu, negara mendapatkan pembagian dari dividen Bank Mandiri mencapai Rp 6,16 triliun. Sementara, sisanya dibagikan untuk pemegang saham publik.

"Besaran dividen tersebut sejalan dengan komitmen manajemen untuk bisa berkontribusi secara optimal kepada negara," kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, Senin (15/3).

Advertisement

Sisa 40% laba bersih yang tidak dijadikan dividen, menjadi laba ditahan yang rencananya digunakan untuk pengembangan layanan digital. Darmawan mengatakan manajemen ingin menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, salah satunya dengan layanan perbankan digital yang andal.

"Hal ini juga mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi digital banking perseroan," katanya.

Menurut Darmawan, Bank Mandiri cukup optimis dengan ekspansi digital yang tengah dijalankan karena akan mendukung implementasi fungsi intermediasi Bank Mandiri. Melalui Mandiri Digital, Bank Mandiri mengembangkan layanan dan produk yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah korporasi dan retail.

Perombakan Direksi Bank Mandiri

Selain pembagian dividen, RUPST Bank Mandiri juga melakukan perubahan komposisi pengurus ditingkat komisaris dan direksi.

pemegang saham memutuskan mengangkat Timothy Utama menggantikan Rico Usthavia Frans yang telah habis masa jabatannya. Sebelumnya, Timothy Utama merupakan Managing Director, Head of Operations and Technology Citibank.

Pada jajaran komisaris, RUPST juga menyepakati penunjukkan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris menggantikan Ardan Adiperdana.

“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid dan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam pemulihan ekonomi nasional untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Darmawan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait