Erick Thohir Tetapkan 4 Syarat Startup Dapat Suntikan Dana BUMN

Hanya startup dengan kualitas tertentu yang bisa mendapatkan kucuran modal dari perusahaan milik negara.
Image title
Oleh Hadi S
29 September 2022, 21:14
Hanya startup dengan kualitas tertentu yang bisa mendapatkan kucuran modal dari perusahaan milik negara.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kata sambutan saat peluncuran BUMN Startup Day 2022 di Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tidak akan gegabah menggelontorkan modal usaha dari perusahaan-perusahaan pelat merah kepada para pelaku usaha rintisan atau startup. Sebaliknya, dia menetapkan syarat-syarat yang begitu ketat.

Erick menetapkan empat kriteria bagi startup bila hendak mendapat suntikan modal dari BUMN. Pertama, harus ada rekam jejak yang baik dari pendiri startup tersebut. “Bukan founder (pendiri) yang ‘loncat’ sana-sini, apalagi hanya melihat ini bagian bisnis saja, bukan pakai hati,” ujar Erick saat gelaran BUMN Startup Day 2022, dikutip Kamis (29/9).

Bila pendiri sebuah startup tidak memiliki rekam jejak bagus, maka BUMN tidak akan memberikan modal usaha. Sebaliknya, dukungan penuh akan diberikan bila startup dipimpin oleh orang yang tepat dan bisa memberikan solusi bagi masyarakat.

Syarat kedua adalah startup harus mampu menjadi solusi atas sebuah masalah serta memiliki pangsa pasar yang jelas. “Kita lihat banyak juga startup yang gagal karena market-nya tidak ada, atau mungkin manajemennya kurang baik, ataupun kehabisan ‘bensin’ atau pendanaan,” kata Erick.

Advertisement

Kemudian, syarat ketiga yaitu pelaku startup harus mumpuni dalam penggunaan dan penguasaan teknologi, apalagi kalau usaha rintisan itu sudah masuk kategori unicorn.

Syarat terakhir yakni skema bisnis yang dirancang oleh startup haruslah menarik. Ini penting agar perusahaan startup tidak kehabisan energi saat menjalankan usaha akibat kurangnya pangsa pasar dan skema binis yang tidak jelas. “Kalau misal bisnisnya mesti ‘bakar duit’ itu berapa lama, karena tidak mungkin ‘bakar duit’ terus,” pungkas dia.

(Tim Riset Katadata)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait