Kasus Kematian Akibat Covid-19 di India Tembus Lagi 4 Ribu Jiwa

Situasi Covid-19 yang sangat buruk terjadi di daerah pedesaan Uttar Pradesh, India. Mayat-mayat terdampar di Sungai Gangga karena fasilitas krematorium tak sanggup lagi menangani jenazah.
Image title
13 Mei 2021, 17:28
india, covid-19, pandemi corona, virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/sa.
Seorang pasien Covid-19 menerima perawatan di bangsal rumah sakit di distrik Bijnor, Uttar Pradesh, India, Selasa (11/5).

Kasus kematian karena Covid-19 di India kembali tembus 4 ribu jiwa pada Kamis (14/5), setelah sehari sebelumnya angka serupa juga terjadi. Jumlah kasus infeksinya berada di bawah 400 ribu pasien. 

Para ahli menyebut angkanya kemungkinan besar lebih dari itu karena pengujian di daerah pedesaan yang minim. Situasi yang sangat buruk, melansir dari Reuters, terjadi di daerah pedesaan Uttar Pradesh. Negara bagian terpadat di India ini memiliki populasi lebih dari 230 juta jiwa.

Gambar-gambar di televisi menunjukkan banyak orang yang menangisi anggota keluarganya yang meninggal di rumah sakit. Mayat-mayat terdampar di Sungai Gangga, sungai yang mengalir melalui negara bagian tersebut.

Fasilitas krematorium sudah kewalahan menangani banyaknya jenazah, sedangkan kayu untuk pembakaran terbatas jumlahnya. "Statistik resmi tidak memberi gambaran nyata tentang pandemi dahsyat yang mengamuk di pedesaan Uttar Prades," tulis aktivis terkenal dan politisi oposisi Yogendra Yadav pada media The Print.

Data Kementerian Kesehatan India mencatat, jumlah kasus virus corona baru dalam 24 jam terakhir mencapai 362.727. Untuk jumlah kematian sebanyak 4.120 kasus. 

Lonjakan infeksi ini disertai pula dengan perlambatan program vaksinasi. Perdana Menteri Narendra Nodi mengumumkan vaksinasi akan terbuka untuk semua warga dewasa mulai 1 Mei 2021. 

Namun, dua negara bagian, yaitu Karnataka dan Maharashtra, mengumumkan akan menghentikan sementara vaksinasi untuk warga usia 18 hingga 44 tahun. Mereka memprioritaskan masyarakat berusia di atas 45 tahun yang membutuhkan dosis kedua. 

India adalah produsen vaksin terbesar di dunia, tetapi persediaannya menipis karena banyaknya permintaan. Hingga Kamis, mereka telah memvaksinasi penuh 38,2 juta orang, atau sekitar 2,8% dari populasinya.

HEALTH-CORONAVIRUS/INDIA
Pandemi Covid-19 di India. (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/hp/cf)

Taiwan Laporkan Kenaikan Kasus Covid-19

Taiwan, melansir dari CNN, melaporkan 16 kasus Covid-19 baru kemarin. Kenaikan itu merupakan yang tertinggi sejak pandemi corona dimulai pada awal 2020.

Tiga kasus tersebut berada di timur laut Kabupaten Yilan. Sedangkan 10 lainnya adalah kontak dari kasus yang terkonfirmasi sehari sebelumnya. Penyebaran virus corona pada klaster tersebut melibatkan seorang pria berusia 60an tahun. 

Lonjakan kasus baru-baru ini telah menyebabkan kekhawatiran di negara itu. Padahal, Taiwan berhasil mencatat nol kasus baru tanpa infeksi pada bulan-bulan sebelumnya. 

Pemerintah di sana bergerak cepat untuk menyelesaikan program vaksinasinya. Total ada 112.543 orang menerima vaksin Covid-19 dengan jumlah populasi mencapai 23 juta jiwa. Sedangkan dosis vaksin yang tersisa sekitar 180 ribu dosis. 

Para lansia, tenaga medis, pekerja darurat, diplomat, dan polsisi memenuhi syarat untuk mengikuti program vaksinasi pemerintah. Namun, siapapun yang ingin ke luar negeri dan mendapat perlindungan, dapat membayar sekitar US$ 21 atau sekitar Rp 301 ribu per dosis untuk mendapatkan vaksin.

Secara total sejak pandemi berlangsung, Taiwan telah melaporkan 1.231 kasus Covid-19. Jumlah kasus kematiannya mencapai 12 jiwa

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait