RI Akan Beri Booster Vaksin Covid-19, Sikap Negara-negara Lain Beragam

Di tengah banyak negara mencanangkan booster untuk vaksin Covid-19, Amerika Serikat dan Uni Eropa memutuskan warganya yang telah menerima vaksinasi lengkap tidak memerlukan hal tersebut.
Image title
11 Juli 2021, 12:00
booster, vaksin ketiga, virus corona, covid-19, vaksin virus corona, vaksin covid-19
ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6).

Pemerintah Indonesia akan memberikan dosis ketiga atau booster vaksin virus corona kepada tenaga kesehatan (nakes). Vaksin yang digunakan bermerek Moderna dan tiba siang ini, Minggu (11/7), di Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut keputusan untuk menggunakan Moderna setelah melalui diskusi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Vaksinasi ketiga tersebut akan dilaksanakan pada pekan ketiga Juli 2021. Pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan karena kelompok ini rentan terinfeksi Covid-19. “Mereka harus dilindungi mati-matian agar dapat konsentrasi bekerja,” ucap Budi pada Jumat lalu. 

Pemberian booster pada vaksinasi biasanya dapat berbentuk suntikan kedua dengan jenis vaksin berbeda. Selain itu, dapat pula suntikan ketiga setelah dosis yang lengkap. Fungsi utamanya adalah menambah kekebalan atau imunitas tubuh. 

Advertisement

Wacana penambahan dosis vaksin berkembang karena temuan kasus infeksi Covid-19 terjadi pada penerima vaksin dua kali atau lengkap. Berdasarkan data yang dihimpun Tim Mitigasi Ikatadan Dokter Indonesia (IDI) ada 949 tenaga kesehatan meninggal karena terinfeksi virus corona.

Dari jumlah itu, terdapat 20 dokter dan 10 perawat yang meninggal walaupun telah menerima vaksin Sinovac. Sebagai informasi, para tenaga kesehatan di Indonesia telah menerima vaksinasi buatan Tiongkok tersebut sejak Januari 2021. Efikasinya di Indonesia berada di angka 65,3%.

Di tengah negara-negara yang siap menyuntikkan booster kepada warganya. Ada beberapa negara yang belum mengambil keputusan terkait suntikan booster. Melansir dari Reuters, pada 8 Juli, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menyatakan warganya yang telah divaksinasi lengkap, tidak memerlukan suntikan booster.

Sehari kemudian, European Medicines Agency (EMA) mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan apakah suntikan booster diperlukan. Pihaknya yakin saat ini rejimen yang ditetapkan sudah cukup.

Infografik_Enam vaksin covid 19 yang disetujui WHO
Infografik_Enam vaksin covid 19 yang disetujui WHO (Katadata)

Di negara lain, pemberian booster sedang dan akan berlangsung. Berikut daftarnya:

  1. Uni Emirat Arab dan Bahrain
    Kedua negara telah menyiapkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 sejak Juni lalu. Pemerintah setempat berencana menggunakan vaksin buatan Amerika Serikat, yaitu Pfizer/BioNTech. Sebelumnya, kedua negara memakai vaksin buatan Tiongkok, Sinopharm, pada program vaksinasinya.
    Dikutip dari Reuters, Abu Dhabi akan menyediakan booster enam bulan setelah masyarakat menerima suntikan kedua. Langkah tersebut membuat banyak pihak mengkhawatirkan kemanjuran Sinopharm.
    Studi awal menunjukkan vaksin ini tidak menciptakan antibodi yang cukup bagi penerimanya. Kedua negara akan membebaskan warganya memilih jenis booster-nya. Bisa Pfizer atau Sinopharm, terlepas dari vaksin yang telah diambil sebelumnya. 

  2. Rusia
    Otoritas kesehatan Rusia mulai meluncukan vaksin booster pada awal Juli ini. Klinik kesehatan di Moskow sudah menawarkannya kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang telah menerima vaksin enam bulan lalu atau lebih.
    Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, dia telah menerima suntikan booster. Ia pun mendesak warga kota untuk mengikutinya. “Mengingat situasi yang sulit saat ini, dokter merekomendasikan suntikan booster enam bulan setelah vaksinasi,” kata Sobyanin, dikutip dari AP News.
    Kota Moskow menawarkan suntikan booster dengan dua suntikan yang diproduksi di dalam negeri, yakni Sputnik V dan Sputnik Light sekali pakai. Wilayah Rusia lainnya juga mulai menawarkan suntikan booster.
    Penawaran vaksin ini disebabkan karena munculnya varian Delta yang lebih menular. Varian ini telah menyumbang sebagian besar infeksi baru baru-baru ini di Moskow dan beberapa wilayah lain di Rusia.
    Pedoman Kementerian Kesehatan Rusia menyebut suntikan tambahan akan diluncurkan hingga 60% populasi memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Setelah tujuan itu tercapai, suntikan booster akan dilakukan setahun sekali.

  3. Thailand
    Negeri Gajah Putih akan menerima sumbangan 1,5 juta suntikan Pfizer-BioNtech dari Amerika Serikat pada akhir Juli. Rencananya, vaksin booster tersebut akan digunakan untuk 700.000 pekerja medisnya. Sebelumnya, sebagian besar dari mereka sudah menerima vaksin Sinovac dua kali.
    Pejabat kesehatan senior Udom Kachintorn mengatakan rencana tersebut ditujukan untuk meningkatkan kekebalan. Sebab, varian Delta meningkatkan beban kasus di Thailand. Sejumlah pekerja medis yang telah divaksinasi penuh pun terinfeksi.

    HEALTH-CORONAVIRUS/BRITAIN-JOHNSON-VACCINATION
    Vaksin Covid-19 di Inggris. (ANTARA FOTO/REUTERS/Matt Dunham/Pool /FOC/sa.)
  4. Inggris
    Inggris mulai merencanakan kampanye vaksin booster. Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menyarankan agar ada rencana tersebut untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari Covid-19.
    Rencananya, vaksin booster diberikan mulai September mendatang. Dimulai dengan orang berusia 70 tahun, penghuni panti jompo, dan mereka yang mengalami imunosupresi atau rentan.
    Inggris mengatakan akan membeli 60 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech lebih banyak, sebelum kemungkinan program booster. Dengan begitu , total pesanan suntikannya menjadi 100 juta dosis. Sebelumnya, Inggris telah memberi 85% orang dewasa suntikan Covid-19 pertama, dengan lebih dari 60% menerima dua dosis.

  5. Korea Selatan
    Negeri Ginseng akan mengamankan lebih banyak vaksin Moderna sebagai booster vaksin virus corona. Korea Selatan baru akan menyuntikkan booster untuk seluruh pendudunya pada tahun depan.
    “Pemerintah berencana mengamankan pasokan vaksin untuk memvaksinasi seluruh masyarakat dengan setidaknya satu suntikan tahun depan,” kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum, dikutip Reuters.
    Sebelumnya, Korea Selatan telah setuju untuk membeli 106 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna. Guna menutupi vaksinasi penuh bagi 52 juta penduduknya tahun ini.
    Korea Selatan telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 kepada sekitar 30% populasinya. Pemerintah setempat berharap dapat mencapai kekebalan kelompok lebih awal dari target November. Dengan menginokulasi setidaknya 70% populasinya minimal satu dosis vaksin.

Penyumbang bahan: Alfida Febrianna (magang)

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait