Bank Mandiri Dapat Alokasi Tambahan Penyaluran KUR Rp 40 T pada 2021

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan, Bank Mandiri aktif mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM.
Image title
18 Maret 2022, 13:26
Bank Mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendapat alokasi tambahan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini senilai Rp 40 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2021 senilai Rp 35 triliun.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan, Bank Mandiri aktif mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan subsidi bunga 3% hingga bulan Desember 2022.

"Dengan adanya perpanjangan program tambahan subsidi KUR 3% di tahun 2022, kami optimis untuk dapat membantu UMKM dalam penyaluran KUR di tahun 2022 secara lebih optimal sesuai dengan target yang dipercayakan oleh Pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi.

Josephus menambahkan, dalam penyaluran KUR tahun ini Bank Mandiri akan tetap fokus menyasar sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah guna menangkap momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Advertisement

Adapun, sampai dengan akhir Februari 2022 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 6,7 triliun atau tumbuh 14% secara year to date (ytd) dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Bila dirinci, dari total penyaluran KUR tersebut sebanyak 58% telah dialokasikan ke sektor produksi atau sebesar Rp 3,8 triliun. Sedangkan untuk sektor non produksi lanjut Josephus telah mencapai Rp 2,8 triliun.

Ke depan, Bank Mandiri secara aktif mendorong penyaluran KUR ke sektor produksi untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

"KUR Bank Mandiri di tahun 2022 akan tetap difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah, baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis, kordinasi yang kuat di seluruh jaringan, serta kerjasama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce," pungkas Josephus.

Sepanjang tahun 2021 lalu, bank dengan kode saham BMRI ini tercatat membukukan laba bersih Rp 28,03 triliun sepanjang 2021, atau melonjak 66,8% dari raihan untung bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,79 triliun.

Pertumbuhan laba bersih itu seiring dengan membaiknya laju intermediasi. Tercatat, pertumbuhan kredit secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,86% menjadi Rp 1.050,16 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit industri sebesar 5,2%.

Berdasarkan segmennya, kredit korporasi masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan dengan realisasi Rp 370 triliun atau tumbuh sebesar 8% secara konsolidasi. Sementara itu, kredit komersial mencatat pertumbuhan tertinggi pada 2021 sebesar 9,7% menjadi sebesar Rp 174 triliun.

Sedangkan, penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bank Mandiri meningkat 15% dengan nilai realisasi menembus Rp 103,5 triliun.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait