IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.998 Usai BI Tahan Suku Bunga

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini.
Image title
23 Juni 2022, 17:10
IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.998 Usai BI Tahan Suku Bunga
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat (rebound) sebesar 0,20% ke level 6.998 pada penutupan perdagangan Kamis ini (23/6) usai Bank Indonesia mengumumkan kembali menahan suku bunga acuan sebesar 3,5%. Padahal, sepanjang perdagangan hari ini, IHSG betah di zona merah. 

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,49 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,47 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.272.295 kali.

Sebanyak 332 saham bergerak melemah, 185 saham lainnya menguat, dan 166 saham bergerak mendatar. Adapun, posisi  kapitalisasi pasar IHSG berada di level Rp 9.152,38 triliun.

Kinerja IHSG senada dengan laju seluruh bursa saham di kawasan Asia yang berada di zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,08%, Hang Seng naik 1,26%, Shanghai Composite menguat 1,62%, indeks Strait Times naik 0,34%. Lalu, indeks Composite Indonesia dan indeks LQ45 Indonesia menguat masing-masing sebesar 0,20% dan 0,44%. 

Advertisement

Namun, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor transportasi terkoreksi 3,16%. Adapun, saham sektor transportasi yang terkoreksi cukup dalam yakni PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) terkoreksi sebesar 6,90% atau 220 poin menjadi Rp 2.970 per saham, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) turun 6,47% atau 75 poin menjadi Rp 1.085 per saham, dan PT Temas Tbk (INTP) turun 2,82% atau 70 poin menjadi Rp 2.410 per saham.

Sektor yang juga terkoreksi yakni, sektor keuangan turun 0,32%, sektor teknologi turun 0,78%, sektor industri turun 0,13%, sektor properti turun sebesar 0,27%, sektor energi terkoreksi 1,57%, dan sektor primer terkoreksi 0,13%, sektor teknologi terkoreksi 0,78%. Sektor yang bergerak naik yaitu sektor kesehatan 1,18%, sektor infrastruktur 1,81%, dan sektor non primer 1,14%.

Laju IHSG hari ini mampu berbalik menguat di tengah sentimen kejatuhan Dow Jones pada Rabu kemarin. Pengamat Pasar Modal MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, IHSG juga dibayangi kejatuhan harga beberapa komoditas, serta semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US$ menuju level Rp 15.000. Selain itu, The Fed akan berkomitmen kuat mebawa inflasi turun dari level tertinggi selama 40 tahun terakhir di 8,6% dalam jangka waktu secepatnya.

Meski begitu, hari ini di dalam negeri katalis positif datang dari Bank Indonesia yang kembali menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5% di tengah tekanan kenaikan suku bunga global. Dalam pertimbangannya menahan suku bunga acuan, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah kenaikan risiko eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara. 

Berikut ini deretan lima saham yang masuk jajaran top gainers hari ini:

  1. PT Rig Tenders Tbk (RIGS) 24,48%
  2. PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) 18,85%
  3. PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) 20,95%
  4. PT Charnic Capital Tbk (NICK) 15,30%
  5. Sinergi Inti Plastindo (ESIP) 15,38%

Sedangkan, lima saham berikut berada di jajaran top losers:

  1. PT Perma Plasindo Tbk (BINO) 6,99%
  2. PT Paninvest Tbk (PNIN) 6,98%
  3. PT Shield On Service Tbk (SOSS) 6,93%
  4. PT Samudera Inddonesia Tbk (SMDR) 6,90%
  5. PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) 6, 86%

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait