XL Axiata Diterpa Isu PHK Massal, Ini Penjelasan Manajemen

Manajemen XL Axiata membantah mengenai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan. Perusahaan terus meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.
Syahrizal Sidik
26 September 2022, 14:12
XL Axiata Diterpa Isu PHK Massal, Ini Penjelasan Manajemen
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Manajemen XL Axiata memastikan tidak melakukan PHK karyawan secara massal.

 

Perusahaan telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) diterpa kabar melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawannya. Isu ini muncul seiring badai PHK karyawan yang melanda perusahaan rintisan Tanah Air, dan belakangan, PT Indosat Tbk. turut melakukan hal yang senada. 

Namun, kabar ini ditepis manajemen perusahaan. Alih-alih melakukan PHK massal, perusahaan menyatakan berfokos meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.

"Tidak ada (PHK massal)," kata Group Head Corporate Communication XL Axiata, Retno Wulan, saat dihubungi Katadata.co.id, Senin (26/9).

Advertisement

Perusahaan, kata dia, saat ini menerapkan sejumlah strategi untuk menggenjot bisnis antara lain, pertama dengan meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, dengan menyediakan beragam produk/paket layanan yang sesuai kebutuhan dengan harga yang kompetitif.

Ini termasuk memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan layanan yang sesuai kebutuhannya melalui kanal digital melalui aplikasi myXL, Axisnet.

Perusahaan, kata Wulan juga terus meningkatkan kualitas jaringan dengan terus meningkatkan kapasitas jaringan core, fiberisasi dan juga cakupan/coverage yang menyesuaikan dengan pola pergerakan dan penggunaan pelanggan

Terakhir, tetap fokus pada implementasi operational excellence dengan cara mengelola capex dengan efektif, mendorong digitalisasi, automasi pada berbagai dimensi operasional dan juga peningkatan customer experience terhadap pelanggan. Pada tahun ini, perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp 9 triliun

Sampai dengan periode enam bulan pertama tahun ini, perusahaan tercatat membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 614,91 miliar pada semester I tahun 2022 atau turun 14,11% dari periode sebelum Rp 715,95 miliar. 

Bersamaan dengan pertumbuhan laba, perseroan juga melaporkan pendapatan Rp 14,07 triliun atau naik 8,45% dari raihan sebelumnya Rp 12,97 triliun. Pendapatan terbesar emiten bersandi EXCL tersebut dikontribusi dari data dan layanan digital sebesar Rp 12,86 triliun atau tumbuh 9,02% dari Rp 11,80 triliun dari periode sebelumnya.

Selain itu, pendapatan diperoleh dari jasa interkoneksi dan telekomunikasi sebesar Rp 664,31 miliar atau naik 47,60% menjadi Rp 450,06 miliar. Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga catat beban penjualan dan pemasaran dengan total Rp 1,38 triliun atau naik 18,73% dari periode sebelumnya Rp 1,16 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait