Penyebab Laba Jasa Marga Susut 14% Meski Omzet Naik di Semester I

Laba bersih Jasa Marga mengalami penurunan 14,12% menjadi Rp 734,75 miliar pada periode semester pertama tahun ini kendati membukukan omzet Rp 7,54 triliun, naik 9,5% dari tahun sebelumnya.
Patricia Yashinta Desy Abigail
26 September 2022, 16:22
Penyebab Laba Jasa Marga Susut 14% Meski Omzet Naik di Semester I
Jasa Marga
Jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Emiten pengelola jalan tol BUMN, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 734,75 miliar pada semester pertama tahun ini. Laba bersih tersebut tercatat turun 14,12% dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 855,63 miliar.

Meski mengalami penurunan laba, Jasa Marga mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 9,55% menjadi Rp 7,54 triliun dari raihan tahun sebelumnya Rp 6,88 triliun. Pendapatan perseroan dikontribusi dari pendapatan tol Rp 6,07 triliun atau naik 16,10% dibanding periode sebelumnya Rp 5,23 triliun.

Selain pendapatan tol, pendapatan perusahaan diperoleh dari pendapatan konstruksi Rp 886,23 miliar. Nilai tersebut turun 28,41% dari periode sebelumnya yang tercatat hingga Rp 1,23 triliun.

Indikator

Semester I 2022

Semester I 2021

Perubahan
Pendapatan Rp 7,54 triliun Rp 6,88 triliun  9,55%
Laba Rp 734,75 miliar Rp 855,63 miliar - 14,12%
Ekuitas Rp 25,71 triliun Rp 25,5 triliun 0,83%
Liabilitas Rp 74,93 triliun Rp 75,74 triliun - 1,06% 
Aset Rp 100,64 triliun Rp 101,24 triliun - 0,58%

Sumber: laporan keuangan Jasa Marga, data diolah penulis

Advertisement

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana mengatakan, beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru dan adanya peningkatan mobilisasi masyarakat menjadi katalis positif terhadap kenaikan volume lalu lintas perseroan.

"EBITDA perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 21,3% seiring dengan peningkatan kinerja pendapatan tol di semester I 2022," katanya, dalam siaran pers, Senin (26/9). 

Begitu pun dengan realisasi EBITDA Margin mencapai 65,9% dengan beroperasinya sejumlah ruas tol baru dan upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan. 

Dari sisi pengeluaran, emiten dengan kode saham JSMR ini juga mencatatkan beban pokok pendapatan Rp 3,91 triliun atau naik 2,71% dari periode sebelumnya Rp 3,81 triliun. Beban pokok berasal dari beban tol yang naik Rp 3,03 triliun serta beban konstruksi sebesar Rp 875,41 miliar.

Perseroan mencatatkan aset sebesar Rp 100,64 triliun atau turun 0,58% dari posisi akhir 2021 yang tercatat sebesar Rp 101,24 triliun. Selanjutnya, liabilitas tercatat Rp 74,93 triliun atau turun 1,06% dari Rp 75,74 triliun. Sedangkan ekuitas, perseroan tecatat senilai Rp 25,71 triliun atau naik 0,83% dari posisi Desember 2021 yang sebesar Rp 25,5 triliun.

Guna mengotimalkan portofolio bisnis, sepanjang tahun 2022, Jasa Marga melanjutkan program asset recycling sebagai bagian dari strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis. Inisiatif asset recycling yang telah dilaksanakan di tahun 2022 ini adalah pembentukan subholding PT Jasamarga Transjawa Tol juga telah terlaksana melalui spin-off (pemisahan) 13 ruas Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 676 Km.

Jasa Marga juga terus melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV) dengan menyalurkan bantuan pembayaran sewa tenant pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dan bantuan sarana prasarana di Rest Area Km 88 B Jalan Tol Cipularang dan Rest Area Km 207 A Jalan Tol Palikanci.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait