OJK Ungkap Dua BUMN dalam Proses IPO di Bursa

OJK menyebut, 2 BUMN sedang dalam proses penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia. Satu perusahaan diharapkan akan terlaksana di sisa tahun ini.
Patricia Yashinta Desy Abigail
6 Desember 2022, 18:47
OJK Ungkap Dua BUMN dalam Proses IPO di Bursa
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama. Covid-19
Ilustrasi. OJK menyebut saat ini terdapat dua perusahaan BUMN yang sedang dalam proses IPO di Bursa.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tahun ini diharapkan akan ada satu perusahaan pelat merah yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, OJK tidak menyebutkan nama perusahaan BUMN mana yang bakal melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di penghujung tahun. 

"Ada dua [BUMN] di pipeline dan cukup besar, mudah-mudahan satu bisa terlaksana di tahun ini, satu lagi di tahun 2023. Lainnya, saya belum bisa mengatakan," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers Selasa (6/12).

Dirinya mengaku telah melakukan pembicaraan dengan pihak BUMN terkait rencana aksi korporasi IPO. Inarno menyebut, di pipeline OJK, masih terdapat 91 rencana penawaran umum di pasar modal dengan proyeksi penghimpunan dana senilai Rp 96,2 triliun.

"Kami optimis growth cukup baik. Dari pipeline saat ini ada 91 [penawaran umum], tidak bisa semuanya di 2022 dan di-carry over di 2023," tutur Inarno.

Inarno optimistis, di tahun depan, target penghimpunan dana melalui pasar modal modal akan mencapai Rp 152,7 triliun. Rinciannya, angka tersebut berasal dari target penggalangan dana dari efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) Rp 109,47 triliun. Lalu, target dari penawaran umum saham perdana atau IPO sebesar Rp 22,01 triliun dan penawaran umum terbatas atau PUT sejumlah Rp 21,5 triliun.

Sebelumnya, OJK mengatakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy atau PGE saat ini sedang dalam proses. Regulator menyampaikan, aksi korporasi itu kemungkinan dilaksanakan di penghujung tahun ini. 

Selain PGE, Kementerian BUMN sebelumnya memang menyebut beberapa nama BUMN yang akan disiapkan untuk IPO, yakni PT Pupuk Kaltim, PT Inalum Operating, PT ASDP Indonesia Ferry, hingga Palm Co.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan Kementerian akan mengajukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Pertamina Geothermal Energy (PGE) di tahun ini. Adapun, IPO dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi kinerja sekaligus meraup dana tambahan dari investor pasar modal.

IPO tersebut bertujuan untuk mengamankan sekitar US$ 400-500 juta. IPO PGE penting karena Indonesia membutuhkan dana yang besar untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait