Manajemen dan Karyawan Borong 23,8 Juta Saham Mitratel (MTEL)

Manajemen dan karyawan emiten menara BUMN, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membeli sebanyak 23,84 juta saham melalui MESOP atau setara 0,028% dari total jumlah saham.
Patricia Yashinta Desy Abigail
19 Desember 2022, 15:25
Menara Mitratel
Telkom
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

Manajemen dan karyawan emiten menara BUMN, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), memborong sebanyak  23,84 juta saham perseroan melalui hak opsi pada program Management and Employee Stock Ownership Plan (MESOP) tahap pertama dengan harga Rp 720 per saham. 

Aksi korporasi tersebut pada tahap pertama telah dilaksanakan sejak 1 November 2022 hingga 12 Desember 2022. Hal ini dengan persetujuan pra-pencatatan saham tambahan dalam rangka pelaksanaan MESOP MTEL tahap I pada tanggal 18 Februari 2022.

Program MESOP tersebut mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019. Pertaturan tersebut tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 mengenai Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Sedangkan, penetapan harga mengacu pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A, mengenai pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Adapun, program MESOP tahap I tidak menimbulkan dampak dilusi yang material kepada pemegang saham atas kepemilikan saham dalam perseroan. Total jumlah saham MESOP MTEL tahap I yang dieksekusi oleh manajemen dan karyawan yaitu sebesar 0,028% dari total jumlah saham.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan antusiasme manajemen dan karyawan MTEL dalam Program MESOP ini merupakan bentuk kepercayaan kepada perusahaan bahwa perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat dan sejumlah program untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Selain penambahan tower baru yang disertai program peningkatan tenancy ratio, kami juga memperkuat pembangunan ekosistem bisnis tower, seperti menyediakan connectivity berkapasitas tinggi melalui penggelaran fiber optic dan layanan satelit, serta penyediaan daya atau power to tower,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (19/12).

Sebelumnya, Mitratel membukukan laba bersih senilai Rp 1,22 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Perolehan laba tersebut mengalami kenaikan 18,1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sampai dengan September 2022, anak usaha dari Grup Telkom ini tercatat membukukan pendapatan sebesar 11,5% secara tahunan menjadi Rp 5,6 triliun dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 5,02 triliun.

Secara rinci, pendapatan anak usaha Telkom itu berasal dari sewa menara dari tiga operator telekomunikasi. Pertama, dari PT Telekomunkasi Seluler (Telkomsel) tercatat memberi andil senilai Rp 3,07 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 2,64 triliun. Kemudian, PT Indosat Tbk memberi andil terhadap pendapatan senilai Rp 1,09 triliun, juga naik dari Rp 546,28 miliar pada September 2021.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait