Cegah Fraud, BEI Akan Lebih Selektif Lagi Jaring Perusahaan IPO

BEI bersama dengan OJK akan lebih selektif lagi dalam menjaring perusahaan yang akan melantai di bursa. Pemantauan perusahaan dilakukan secara menyeluruh hingga ke pemiliknya.
 Zahwa Madjid
30 Desember 2022, 07:30
Cegah Fraud, BEI Akan Lebih Selektif Lagi Jaring Perusahaan IPO
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan lebih selektif menjaring calon perusahaan yang akan melantai di bursa saham Tanah Air. Tidak hanya itu, koordinasi dengan lembaga lainnya seperti PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) sekuritas dan perbankan juga dilakukan guna mencegah terjadinya fraud melalui pasar modal. 

Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memantau secara seksama perusahaan yang akan melakukan penawaran umum di bursa. Pemantauan itu tidak hanya dilakukan dari sisi profil perusahaanya saja, melainkan juga dari pemilik usaha atau pemegang saham.

“Kami dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara selektif memantau kami berharap perusahaan ini dapat bertumbuh bersama-sama dengan bursa efek atau bersama-sama dengan pasar modal,” ujar Iman dalam acara konferensi pers akhir tahun 2022 BEI, Kamis (29/12).

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari, mengatakan pihaknya akan menganalisis perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi IPO secara mendalam sebelum memberi izin efektif. 

“BEI dengan OJK akan lebih selektif lagi menerima listed company, kami selalu dihubungkan dengan data-data dan informasi yang kita punya mengenai pengawasan dan hal-hal lain,” ujar Yunita. 

OJK, kata dia, menegaskan, guna mencegah tindakan manipulasi di bursa juga melibatkan lembaga eksternal seperti PPATK, perbankan, hingga perusahaan sekuritas guna mendeteksi jika terjadinya pergerakan harga saham perusahaan yang bergerak di luar kebiasaan dan bertendensi fraud. 

"Ini kita lakukan kalau kita lihat pergerakan unusual (di luar kewajaran), kita kontak langsung ke brokernya," imbuhnya. 

Sebagai informasi, hingga 28 Desember 2022, telah terdapat 59 perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di bursa. Sehingga, secara akumulasi, saat ini terdapat sebanyak 825 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI. 

Adapun, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 33,06 triliun semenjak swastanisasi Bursa Efek pada tahun 1992. Selain itu, pencapaian ini juga merupakan IPO terbanyak di Kawasan ASEAN selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2019.

 

 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait