Harga Saham Produsen Soju dan Cap Tikus Melesat 13% Hari Pertama IPO

Patricia Yashinta Desy Abigail
6 Januari 2023, 09:51
Saham Produsen Cap Tikus Melesat 13% di Hari Pertama IPO
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Ilustrasi. Produsen minuman beralkohol Cap Tikus, PT Jojobu Jarum Minahasa Tbk (BEER), resmi tercatat sebagai emiten pertama BEI di tahun 2023.

Produsen minuman beralkohol Cap Tikus, PT Jojobu Jarum Minahasa Tbk (BEER), melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (6/1). 

Berdasarkan data perdagangan sampai dengan pukul 09.20 WIB, harga saham Jojobu Jarum Minahasa meroket 13,64% ke level Rp 250 dari level harga penawaran umum, yakni Rp 220. Bahkan pada pembukaan perdagangan, saham BEER memasuki harga tertinggi Rp 260 per saham. 

Volume saham yang diperdagangkan tercatat 138,06 juta dengan nilai transaksi Rp 33,58 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 10.883 kali, dengan rentang harga penjualan Rp 228 sampai Rp 260 per saham.

Adapun, BEER melepas sebanyak 20% dari jumlah sahamnya. Pembelian sahamnya mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 20 kali dari jumlah saham yang ditawarkan. Para pembeli saham BEER berasal dari berbagai kalangan investor baik institusi maupun ritel di Indonesia.

"Tak hanya dalam Indonesia, pembeli saham BEER juga sangat diminati oleh asing yaitu, Cina, India, dan beberapa negara lain," kata manajemen perusahaan, Jumat (6/1).

Sebagaimana diketahui Jobubu baru berdiri sejak 2008. Perusahaan ini mematenkan minol legendaris tersebut dengan merek dagang Cap Tikus 1978. Untuk memproduksi minol, BEER memiliki pabrik di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Cap Tikus 1978 masuk ke dalam alkohol golongan C dengan kadar alkohol 20% hingga 55%.

Selain menjual Cap Tikus 1978, Jobubu pun mengembangkan soju, minol asal Korea Selatan, melalui kerjasama dengan Kim Taek-Song. Setahun berselang, barulah kedua minol ini mulai diproduksi. 

Melalui afiliasi dengan Jobubu Suksesraya Distribusi, ketiga produk BEER ini tersebar di 23 provinsi melalui 20.000 outlet, hingga Mei 2022. Dalam prospektus perusahaan diketahui penyebaran produk BEER pun cukup merata di Jawa dan luar Jawa, meski pabrik utama berada di Minahasa.

Hingga Mei 2022, BEER membukukan penjualan sebanyak Rp 26,2 miliar dari Daebak Soju dan Cap Tikus 1978. Sebanyak 50,29% produk BEER dijual di Jawa, atau senilai Rp 13,18 miliar dan 49,7% atau senilai Rp 13,01 miliar diperoleh dari penjualan di luar Pulau Jawa.

Setelah dikurangi dengan berbagai biaya, BEER berhasil membukukan laba sebanyak Rp 6,7 miliar pada Mei 2022. Angka ini meningkat dua kali lipat dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sebanyak Rp 3,3 miliar.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait