Debut di BEI, Harga Saham Emiten Logistik (CBRE) Mentok Batas Atas

 Zahwa Madjid
9 Januari 2023, 10:11
Debut Perdana di Bursa, Saham CBRE Mentok Batas Atas
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Ilustrasi. Pencatatan saham perdana perusahaan jasa angkutan laut, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada  Senin (9/1). Berdasarkan data perdagangan sampai dengan pukul 09.25 WIB, harga saham Cakra Buana Resources  naik 32,46% atau auto reject atas (ARA) ke level Rp 145  dari level harga penawaran umum, yakni Rp 208.

Volume saham yang diperdagangkan tercatat juta dengan nilai transaksinya 62,2 juta. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 7.552 kali. 

Sebagai informasi, perseroan melepas 738 juta saham baru atas nama setara dengan 16,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap 1 saham CBRE dihargai Rp 108 sehingga pendanaan yang diperoleh mencapai Rp 79,7 miliar.

Perusahaan yang bergerak di jasa angkutan laut ini akan menggunakan dana IPO sebesar 40% untuk mendukung rencana pembiayaan belanja modal berupa penambahan 1 (satu) set kapal tug & barge dengan ukuran 300 ft. 

"Rencana penambahan kapal akan dilakukan dengan pembelian dari pihak ketiga dan bukan merupakan afiliasi," ungkap manajemen, Jumat (6/1).

Sekitar 60% dari dana IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional secara umum. Seperti, pembelian bahan bakar kapal, sewa/charter kapal serta biaya-biaya lainnya yang timbul untuk menunjang kegiatan operasional. 

PT Cakra Buana Resources Energi merupakan perusahaan pelayaran yang memiliki spesialisasi di bidang tug and barge yang berbasis di Jakarta yang didirikan pada Juni 2016. CBRE telah beroperasi dengan Surat Izin Usaha Angkutan Laut (SIUPAL) nomor 13/I/SIUPAL/PMDN/2017.

 Saat ini, perseroan menjalankan kegiatan jasa angkutan laut berdasarkan kontrak berbasis waktu (time charter), kontrak berbasis perjalanan tertentu (freight charter) dan pengelolaan armada (ship management), kegiatan usahanya meliputi jasa angkutan barang khusus seperti barang tambang, konstruksi barang, alat berat, barang pertanian dan barang industri.

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait