Harga minyak dunia melonjak setelah gangguan pada pipa minyak utama di Arab Saudi dan ladang minyak di Libya menambah risiko di pasar, yang sudah merasakan dampak berkurangnya pasokan akibat perang
Harga minyak acuan dunia melonjak ke angka US$ 107 per barel setelah Arab Saudi menutup pipa minyak mentah utamanya pasca serangan. Penutupan ini memperparah krisis energi global
Harga minyak acuan dunia Brent mencapai US$ 108 per barel. Hal ini terjadi setelah pertempuran antara kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan pasukan yang didukung Arab Saudi semakin intensif.
Harga minyak acuan dunia, Brent bertengger di US$ 101 per barel usai Iran menyatakan siap menghadapi perang yang lebih intensif. Pernyataan tersebut disampaikan setelah perang AS-Iran kembali pecah
Harga Minyak Dunia turun tipis pagi ini, dipengaruhi proses perundingan Selat Hormuz dan eskalasi ketegangan antara Rusia dengan Ukraina yang mempengaruhi pasar.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak bumi Indonesia naik menjadi 610 ribu barel per hari pada 2027, seperti diungkapkan dalam penyampaian RAPBN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax akan turun sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.
Pemerintah menetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) Juli 2026 sebesar US$ 81,68 per barel, turun dari bulan sebelumnya karena dinamika pasar global yang mereda.