RI dan Chili Teken Kerja Sama Perdagangan, Potensi Transaksi Rp 15,7 T

Chili berpotensi menjadi negara penghubung perdagangan ekspor produk Indonesia ke negara-negara Amerika selatan.
Nadya Zahira
21 November 2022, 15:23
Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, dan Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Republik Chili, Jose Miguel Ahumada, melakukan penandatangan Trande in Service Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement di Kantor Kemendag, Senin
Nadya Zahira/Katadata
Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, dan Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Republik Chili, Jose Miguel Ahumada, melakukan penandatangan Trande in Service Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement di Kantor Kemendag, Senin (21/11).

Indonesia kembali menjalin kerja sama dengan Chili melalui penandatanganan Trade in Service Agreement dalam Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IC-CEPA. Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan perjanjian tersebut ditargetkan dapat mendongkrak transaksi perdagangan antar kedua negara hingga US$ 1 miliar atau Rp 15, 7 Triliun dalam dua hingga empat tahun mendatang.

Zulkifli mengatakan, Indonesia sebelumnya pernah memiliki perjanjian dagang dengan Chili. Perjanjian dagang tersebut berhasil mendongkrak transaksi perdagangan hingga US$ 500 juta.

“Saya kira 2 sampai 4 tahun mendatang kita bisa diatas 1 miliar dolar, Ini baru Chile,” ujar Zulkifli dalam paparannya pada acara penandatanganan kerja sama jasa perdagangan antara Indonesia dan Chili di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (21/11).

Dalam kerja sama tersebut, Indonesia tidak hanya memasarkan produk berupa barang saja melainkan juga produk berupa jasa ke negara Chili. Saat ini, Indonesia sudah memasarkan sejumlah komoditas pada Chili yaitu kertas, kopi, dan sepeda motor.

Advertisement

Dongkrak pertumbuhan ekonomi 7%

Dia mengatakan, Indonesia perlu melakukan ekspansi perdagangan jika ingin menjadi negara maju pada 2045. Apalagi pasar ekspor tradisional Indonesia seperti Eropa dan Amerika utara sedang dalam kondisi stagnan bahkan resesi.

“Oleh karena itu kalau kita ingin tetap tumbuh, kalau kita ingin mengejar pertumbuhan 7%, enggak ada pilihan, memang kita harus mengembangkan pasar kita, terutama sampai Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, Eropa Timur, dan Asia Selatan. Itulah yang sedang kita kembangkan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli berharap adanya kerja sama dengan Chili bisa menjadikan HUB untuk memperluas pasar Indonesia ke beberapa negara amerika latin lainnya seperti Kolombia, Peru, Uruguai, Panama, Brazil, serta Argentina.

Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Republik Chili, Jose Miguel Ahumada, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut akan membawa keuntungan bagi kedua negara. Kerja sama tersebut juga dapat membuat Indonesia dan Chili memanfaatkan peluang perdagangan baru 

“Hubungan perdagangan dan ekonomi kita akan ditempatkan pada tingkat kedewasaan dan prioritas baru untuk mengembangkan dan meningkatkan peluang bisnis kedua negara,”  ujar Jose Miguel.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Chili mengalami surplus US$ 35,86 juta pada 2020. Nilai neraca perdagangan ini naik 259,93% dibandingkan neraca tahun sebelumnya yang tercatat US$ -22,42 juta.

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait