Sempat Sepi, Blok M Plaza Bangkit Lagi Setelah Terkoneksi Stasiun MRT

Nadya Zahira
11 Januari 2023, 20:00
Blok M Plaza terkoneksi dengan Stasiun MRT Jakarta.
Wabsite Blok M Plaza
Blok M Plaza terkoneksi dengan Stasiun MRT Jakarta.

Blok M Plaza kembali ramai pengunjung setelah sebelumnya sempat sepi. Kodisi tersebut terjadi setelah Blok M Plaza terkoneksi dengan Stasiun MRT Blok M BCA.

PT Pakuwon Jati Tbk mendirikan Blok M Plaza sejak 1990. Mal ini tidak hanya menjadi pusat belanja namun juga tempat "nongkrong" anak muda Jakarta.

Namun demikian, kejayaaan Blok M Plaza sempat redup seiring dengan dibangunnya mal lain. Jumlah pengunjung Blok M Plaza turun signifikan dan pemilik toko yang ada di mal itu pun bangkrut.

Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra, mengatakan bahwa pihaknya melakuka inovasi agar lebih menarik pengunjung, salah satu terkoneksi dengan Stasiun MRT. Namun rencana tersebut tidaklah mudah karena banyak pihak yang menolak.

“Waktu itu tidak mudah untuk bisa menghubungkan mallnya dengan stasiun MRT Blok M, rata-rata pada menolak, tapi kita dari Pakuwon mau selangkah di muka, dan terbukti Mal Blok M Plaza sekarang ramai,” ujar Alexander saat menjadi pembicara dalam acara Blok M Green Collabs: “Shifting  Into A Green Lifestyle” yang diselenggarakan Katadata.co.id, Jakarta, Minggu (4/12).

Alexander mengatakan, pengunjung mal memang tidak langsung meningkat signifikan setelah terkoneksi dengan MRT. Namun seiring berjalannya waktu, Blok M Plaza mulai ramai.

 “Memang di awal-awal tidak semuanya menguntungkan, tapi kita lihat hasil akhirnya dikemudian, dan ternyata cukup bagus. Bahkan pengunjung Mal  Blok M Plaza yang datang dari Stasiun MRT Blok M ada 22%, tambahannya cukup lumayan,” tuturnya.

Inovasi Lain

Selain tekoneksi MRT, Alexander mengatakan, inovasi lain juga dilakukan untuk menarik pengunjung. Salah satu caranya dengan menghadirkan restoran dan tempat belanja dari merek ternama.

“Sekarang kita harus rubah terus supaya lebih menarik, sekarang makanannya juga lebih banyak ya, dengan begitu diharapkan pengunjung bisa lebih ramai lagi” ujarnya.

 

Sementara itu, Alexander juga mendukung adanya sistem Transit Oriented Development atau TOD yang saat ini sudah diterapkan oleh pemerintah. Kehadiran TOD dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan kegiatan, seperti yang tercermin pada kawasan Blok M, dimana terdapat mal, taman, hingga stasiun yang berdekatan.

“Kalau kita lihat dengan adanya TOD ini kegiatan jadi lebih terpusat sehingga kalau kita lihat TOD disini (kawasan Blok M) ada mal, ada stasiun MRT juga, terus ada taman juga. Itu merupakan ide yang bagus sehingga bisa menunjukkan ide apa saja yang sudah kita lakukan,” ujar Alexander.

 DKI Jakarta dikenal sebagai provinsi yang memiliki banyak pusat perbelanjaan atau mal yang megah. Menurut data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), terdapat 96 mal yang beroperasi di ibu kota hingga 24 November 2022.

Jakarta Selatan tercatat memiliki jumlah mal paling banyak di ibu kota. Jumlahnya mencapai 28 unit. Berikutnya, Jakarta Pusat tercatat memiliki 22 unit mal di wilayahnya. Kemudian,  Jakarta Utara dan Jakarta Barat masing-masing memiliki 18 unit mal dan 16 unit mal. Sementara, jumlah mal paling sedikit di ibu kota yakni di Jakarta Timur sebanyak 12 unit.

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait