Dapat KUR Online BRI, Omset Pelaku UMKM Ini Melejit

Meningkatnya tren belanja secara online di tengah mewabahnya Covid-19 berdampak positif terhadap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
22 Juli 2020, 13:42
Bank Rakyat Indonesia - UMKM
Katadata

Meningkatnya tren belanja secara online di tengah mewabahnya Covid-19 berdampak positif terhadap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di platform digital e-commerce. Para pelaku usaha berupaya memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan skala usaha melalui dukungan pembiayaan. Salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini dapat diakses secara daring oleh mitra e-commerce.

 

Renica (33) salah satunya. Pelaku UMKM yang berdomisili di daerah Cinangka, Depok, Jawa Barat ini berencana mengembangkan usaha seiring meningkatnya penjualan secara online pada masa pandemi Corona. Melihat potensi penjualan online yang berkembang, sejak lima bulan lalu Renica memutuskan untuk membuka lapak di Shopee dengan nama toko Axel’s Room. “Penjualan sedang meningkat, terlebih saat Ramadan dan Lebaran kemarin,” ujar Renica ketika dihubungi belum lama ini.

 

Dia menjelaskan usahanya masih rumahan dan berencana membuat toko di rumah atau dijadikan modal tambahan yang bisa diputar. “Jadi tidak hanya mengandalkan online saja,” ujarnya menambahkan.

 

Untuk mengembangkan usaha misalnya, Renica merenovasi rumah menjadi outlet berdagang, Renica mengaku membutuhkan modal usaha. Bak gayung bersambut, ibu dari tiga orang anak ini mendapatkan notifikasi dari Shopee berupa tawaran pinjaman KUR yang disalurkan BRI secara daring. “Saya langsung mencari tahu tawaran itu,” katanya.

 

Ternyata prosesnya cepat karena pengajuan bisa lewat online lalu.  Lalu, dia pun dihubungi oleh BRI. “Setelah melengkapi syarat-syarat dan verifikasi, saya kemudian dikabari bahwa pengajuan KUR diterima,” ujar Renica yang mengaku sebagai nasabah lama Bank BRI.

 

Dana pinjaman KUR dengan tenor selama satu tahun menjadi suntikan modal bagi Renica untuk mengembangkan usaha online shop. Beragam produk pakaian dijualnya di toko daring Axel’s Room. Dia merasa terbantu dengan pembiayaan KUR dari BRI, terlebih bunga pinjaman yang murah dan persyaratan pengajuan yang mudah.

 

“Semua prosesnya serba digital dan prosesnya mudah. Saya sangat terbantu dengan pinjaman KUR ini,” jelas Renica yang baru merintis bisnis online shop sekitar setahun terakhir.

 

Dalam menjalankan usahanya, perempuan asal Jakarta ini dibantu oleh sang suami dan satu orang karyawan. Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, ia mengungkapkan penjualan baju secara online yang ditekuninya masih berjalan lancar. Bahkan pada periode Ramadan dan Lebaran lalu, Renica mampu meraih peningkatan omset dari kondisi normal.

 

“Sebelum bergabung ke platform digital, saya hanya mengandalkan transaksi dari orang yang datang ke rumah, saat itu omset sekitar Rp 3-5 juta per bulan,” ujar dia,”Semenjak di online, omset penjualan saya bisa Rp30 jutaan dalam satu bulan.”

 

Dalam memacu penjualan online, Renica kerap memanfaatkan program promosi yang disediakan oleh platform e-commerce. Adapun untuk meningkatkan pelayanan, ia memanfaatkan jasa kurir transportasi online dalam mengirimkan pesanan dari pembeli.

 

“Selama ini belum menemukan kendala yang berarti. Platform online sangat membantu bukan memberikan kendala,” katanya. Kini setelah mendapat pembiayaan KUR BRI, Renica berharap ke depannya makin banyak program pinjaman yang diberikan Bank BRI kepada para pelaku UMKM seperti dirinya.

 

Bank BRI sejak Mei 2020 lalu membuka akses pengajuan KUR melalui channeling online dengan menggandeng e-commerce (Shopee dan Tokopedia) dan perusahaan ride hailing (Grab dan Gojek).Terobosan ini dilakukan Bank BRI untuk mengakselerasi penyaluran KUR di tengah tekanan pandemi Covid-19, sejalan dengan komitmen perseroan yang fokus terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia. Penyaluran KUR secara daring tersebut juga sebagai respon dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu.

 

Dalam mekanisme penyaluran KUR secara daring, Bank BRI akan melakukan screening awal terhadap para mitra e-commerce maupun ride hailing yang mengajukan permohonan. Selanjutnya, mereka akan mendapat tawaran fasilitas KUR hingga maksimal Rp 50 juta dengan tenor paling panjang 3 tahun dengan melakukan pengisian data melalui  https://kur.bri.co.id/. Setelah itu, Bank BRI akan melakukan credit scoring dan bila lolos, proses pencairan KUR bisa direalisasikan.

Video Pilihan

Artikel Terkait