Industri

28/12/2017, 19.47 WIB

Bisnis Menggiurkan Air Minum Kemasan

Tingginya kebutuhan air minum dalam kemasan (AMDK), terutama di Jakarta, membuat persaingan bisnis kian sengit. Belum lama ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan denda kepada produsen dan distributor Aqua karena dianggap melakukan persaingan tidak sehat dengan menghalangi penjualan Le Minerale.

Panasnya kompetisi tak lepas dari prospek AMDK yang menggiurkan. Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (Aspadin), selama lima tahun terakhir volume penjualan air kemasan rata-rata tumbuh 8 persen per tahun. Pada 2016, volume penjualan mencapai 26,8 miliar liter.

Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) merupakan pasar terbesar AMDK nasional, porsinya mencapai 39 persen. Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase jumlah penduduk Jakarta yang mengonsumsi air kemasan pada 2015 sebesar 70,6 persen. Hal tersebut tidak lepas dari keraguan masyarakat akan kualitas air yang mereka konsumsi.