Terpopuler Versi Google Trend, Partai Garuda Dikaitkan dengan Cendana

Partai Garuda menjadi yang paling populer berdasarkan data pencarian Google Trends selama seminggu terakhir.
Yuliawati
22 Februari 2018, 17:51
nomor urut partai politik
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Sejumlah pengurus partai politik menghadiri pengundian nomor urut partai politik peserta pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2).

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) telah mengesahkan nomor urut 14 partai politik yang akan mengikuti pemilihan umum 2019. Dari ke-14 tersebut, terdapat empat partai baru yang lolos verifikasi faktual dan mendapatkan nomor urut yakni Partai Persatuan Indonesia ( Perindo), Partai Solidaritas Indonesia ( PSI), Partai Berkarya, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Di antara deretan partai baru tersebut, Partai Garuda menjadi yang paling populer berdasarkan data penelusuran dari Google Trends selama seminggu terakhir pada 17-21 Februari 2018. "Partai Garuda merupakan partai politik yang paling banyak dicari di Google dalam kurun waktu itu, diikuti oleh Partai Berkarya, PSI dan Perindo," bunyi siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Kamis (22/2).

Pencarian lewat Google mengenai Partai Garuda secara merata mendominasi seluruh wilayah Indonesia. Lima wilayah dengan pencarian tertinggi yakni Banten, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kepulauan Riau dan DKI Jakarta.

(Baca juga: Usai Dapat Nomor Urut, Parpol Ajukan Capres-Cawapres Enam Bulan Lagi)

Advertisement

Partai Garuda yang mendapat nomor urut enam merupakan partai baru yang berdiri pada 16 April 2015 dengan Ketua Umum Ahmad Ridha Sabana. Partai Garuda menjadi perbincangan publik karena dikaitkan dengan keluarga mantan presiden Soeharto atau dikenal dengan sebutan keluarga Cendana.

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, Ahmad Ridha pernah menjadi Direktur Utama PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (PT CTPI). Nama Ahmad Ridha disebutkan dalam berkas Mahkamah Agung Nomor 97 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 dalam perkaraantara PT Berkah Karya Bersama dengan putri sulung Soeharto Siti Hardiyanti Rukmana atau dikenal dengan Tutut.

Ketika itu, Ahmad Ridha berada di pihak Tutut melawan Berkah Karya Bersama dalam status kepemilikan saham TPI (kini MNC TV).

(Baca juga:  MK Tolak Uji Materi UU Pemilu, Ambang Batas Presiden Tetap 20%)

Meski pernah dekat dengan Tutut, Ahmad Ridha membantah Partai Garuda sebagai perpanjangan keluarga Cendana. "Banyak di media mencoba menghubungkan kami dengan Ibu Tutut. Secara clear, saya pernah bekerja sama dengan beliau membantu menyelesaikan kasus TPI, tapi saya sudah tidak bekerja sama lagi, itu sudah lama," kata Ahmad Ridha Sabana dalam konferensi pers Senin (19/2).

Partai Garuda juga membantah memiliki keterkaitan dengan Gerindra. Ahmad Ridha menyatakan dirinya hanya memiliki kaitan dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria, yang merupakan kakak kandungnya.

Ahmad Ridha mengklaim jika Partai Garuda memiliki kepengurusan mencapai 98% di tingkat kabupaten dan kota. Dia memperkirakan terdapat sekitar 400 ribu anggota partai di seluruh daerah.

(Baca juga: Simulasi Survei, Jokowi-AHY Berpeluang Kalahkan Prabowo-Anies di 2019)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait