Pejabat AS Khawatir Corona Melonjak saat Demonstrasi George Floyd

Gubernur New York Andrew Cuomo meminta para pengunjuk rasa untuk menjalani tes pengujian virus corona.
Yuliawati
5 Juni 2020, 15:47
George Floyd, Amerika Serikat, kasus corona melonjak
ANTARA FOTO/REUTERS/Jeenah Moon/WSJ/cf
Pengunjuk rasa berjalan menyebrangi Jembatan Brooklyn saat melakukan protes atas kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis di Brooklyn, New York City, New York, Amerika Serikat, Kamis (4/6/2020).

Pemerintah Amerika Serikat khawatir demonstrasi atas kematian George Floyd menambah penyebaran virus corona atau Covid-19. Demonstrasi ini diperkirakan diikuti lebih dari 30 ribu orang selama satu pekan terakhir.

Gubernur New York Andrew Cuomo telah menambah fasilitas pengujian tes Covid-18 dan meminta para pengunjuk rasa untuk menjalani tes. "Saya bukan orang yang suka panik, saya hanya melihat jumlahnya," kata Cuomo dikutip dari Reuters.  

(Baca: Bos Twitter Sumbang Rp 42,4 Miliar untuk Organisasi Anti-Rasis)

Cuomo mengatakan banyak pengunjuk rasa yang menggunakan masker, namun mereka tak saling berjaga jarak fisik. "Polisi ada di depan wajah mereka. Jika Anda ikut aksi tersebut, tolong ikuti tes," kata sang gubernur.

Cuomo juga mengatakan orang-orang New York yang memprotes kematian George Floyd harus menganggap mereka telah terpajan virus corona. "Jika Anda berada di sebuah protes saya akan menganggap Anda terekspos," kata Cuomo.

Cuomo saat menggelar konferensi pers harian Covid-19 menyampaikan simpati kepada demonstran. Ia menyebut kematian Floyd pada 25 Mei yang disebabkan oleh seorang polisi bernama Derek Chauvin, sebagai pembunuhan dan menambahkan, "Saya juga marah. Ini adalah ketidakadilan yang seharusnya tidak pernah terjadi lagi," katanya.

(Baca: Seluruh Petugas Polisi Terkait Kematian George Floyd Kini Didakwa)

Meski khawatir atas peningkatan penyebaran virus corona selama demonstrasi, Cuomo tidak akan mengurungkan rencana untuk melonggarkan karantina secara bertahap di New York. Rencananya kegiatan ekonomi secara terbatas mulai Senin pekan besok akan dibuka. Tahap selanjutnya, pemerintah akan membuka kegiatan di ruang terbuka seperti restoran.

Hingga saat ini jumlah positif corona dunia sebanyak 6,7 juta jiwa dengan Amerika Serikat sebagai negara paling banyak kasusnya yakni 1,92 juta orang. Kematian akibat corona di negara ini mencapai 110.719 orang.

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait