Sempat Penuh, Hunian Wisma Atlet untuk Pasien Covid-19 Kini Tersedia

Saat ini tingkat ketersediaan ruangan di Wisma Atlet sebanyak 40% dari seluruh kapasitas.
Image title
Oleh Antara
7 Desember 2020, 22:03
pasien covid, wisma atlet, kapasitas hunian
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Pasien COVID-19 beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Hunian Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran saat ini mencapai 57,44%. Koordinator RS Darurat Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan masih tersedia kapasitas untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, dan isolasi mandiri.

"Sedangkan tingkat hunian untuk isolasi mandiri 52,7%. Jadi masih cukup lebih dari 40%," kata Tugas dalam diskusi virtual BNPB Indonesia, Senin (7/12).

Hingga Senin pukul 06.00, pasien dengan gejala ringan dan sedang yang dirawat di Wisma Atlet mencapai 2.041 orang, sedangkan yang melakukan isolasi mandiri mencapai 825 orang.

Tugas menyatakan saat konfirmasi positif harian mencapai angka 8.000 lebih, pasien yang masuk RS Darurat Wisma Atlet mencapai 400-an orang per hari. Pada saat bersamaan bahkan bisa datang 100 orang. "Saat itu memang perlu tenaga ekstra untuk menangani pasien yang datang maupun yang sedang dirawat," kata dia.

Terkait dengan tren konfirmasi positif yang terus bertambah, RS Darurat Wisma Atlet terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang menyediakan beberapa hotel dan wisma untuk isolasi mandiri.

"Saat ini juga ada petugas dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta di RS Darurat sehingga lebih mudah berkoordinasi dan memantau hunian masing-masing wisma, hotel, dan ketersediaan di Wisma Atlet," ujarnya.


Menurut Tugas, koordinasi dengan berbagai pihak sebagai langkah efektif, terutama dalam mengatur pasien yang perlu dirawat dan isolasi mandiri.

Anggota Sub Bidang Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19 Retno Asti Werdhani menyebutkan bahwa tenaga kesehatan bukanlah garda terdepan pengentasan Covid-19, melainkan benteng terakhir. “Yang bisa menyembuhkan adalah masyarakat sendiri, yang bisa mencegah adalah masyarakat sendiri.”

Ahli Epidemiologi UGM Riris Andono Ahmad mengatakan masyarakat dapat menghindari virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain itu dia menyarankan masyarakat tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Dia mengatakan saat ini yang tinggal di rumah semakin sedikit. Sehingga berpeluang terjadi semakin banyak interaksi dan hal ini yang menyebabkan tingginya transmisi virus.

“Harapannya masyarakat tetap waspada, sebaiknya jika tidak ada kepentingan luar biasa sebaiknya di rumah. Ciptakan kegiatan rekreasional di rumah, kembangkan hobi,” ujarnya.

 Penyumbang bahan: Ivan Jonathan

Editor: Yuliawati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait