Sputnik, Vaksin Covid-19 Buatan Rusia, Efikasinya Capai 91,6 %

Vaksin Sputnik menggunakan dua vektor adenovirus yang berbeda.
Yuliawati
2 Februari 2021, 22:23
vaksin virus corona, Sputnik,
ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov/AWW/dj
Kotak berisi botol dengan vaksi Sputnik V (Gam-COVID-Vac) saat vaksinasi melawan virus corona (COVID-19) di sebuah klinik di kota Domodedovo dekat Moskow, Rusia, Kamis (3/12/2020).

Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Rusia, Sputnik V, terbukti memiliki tingkat efikasi mencapai 91,6 % dalam mencegah gejala Covid-19. Hasil uji klinis sementara juga menyebutkan vaksin ini tak memiliki efek samping serius.

Efek samping yang dilaporkan masuk kategori ringan, termasuk gejala mirip flu, nyeri di tempat suntikan dan kelemahan atau energi rendah.

Hasil uji coba fase ketiga Sputnik V ini menunjukkan tingkat kemanjuran yang sama tinggi yang terlihat pada vaksin mRNA yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Sputnik V juga sama efektifnya dalam memberikan perlindungan terhadap pasien yang berusia di atas 60 tahun.

Temuan ini berdasarkan pada analisis data dari 21.977 orang dewasa yang terbagi menjadi dua kelompok yakni penerima vaksin (16.501) atau plasebo (5.476).

Konfirmasi kemanjuran dan keamanan Sputnik V telah disambut baik, dengan uji coba fase tiga yang sedang berlangsung dan analisis lebih lanjut diharapkan dalam waktu dekat.

“Terlepas dari keraguan sebelumnya tentang cara vaksin Sputnik V Rusia ini diluncurkan secara lebih luas, pendekatan ini telah dibenarkan sampai batas tertentu sekarang,” kata Julian Tang, ahli virus di Universitas Leicester dikutip dari The Independent, Selasa (2/2).



Vaksin Sputnik ini menggabungkan dua vektor adenovirus yakni rekombinan manusia adenovirus tipe 26 (rAd26-S) dan adenovirus tipe 5 (rAd5-S). Adenovirus tersebut dilemahkan sehingga tidak dapat berkembang biak dalam sel manusia dan tidak dapat menyebabkan penyakit.

Dalam uji coba, peserta diberi satu dosis rAd26-S, diikuti dengan dosis penguat rAd5-S pada 21 hari kemudian.

Menurut para peneliti, menggunakan vektor adenovirus yang berbeda untuk vaksinasi booster dapat membantu menciptakan respon imun yang lebih kuat, dibandingkan dengan menggunakan vektor yang sama dua kali.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait