Riset CDC: Sesama Penerima Vaksin dapat Kontak Fisik Tanpa Masker

Dari penelitian CDC, mereka yang telah divaksinasi terbukti tidak menyebarkan Covid-19. Namun, para ilmuwan masih mencoba memahami berapa lama perlindungan vaksin bertahan.
Yuliawati
9 Maret 2021, 16:31
vaksin virus corona, pandemi corona, Amerika Serikat
ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/HP/sa.
Penduduk Amerika berbaris di sekitar Jacob K. Javits Convention Center di tengah kota Manhattan sisi barat, untuk menerima vaksin virus corona (COVID-19) di New York City, New York, AS, Selasa (2/3/2021).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) di Amerika Serikat menyebutkan orang-orang yang telah mendapatkan vaksin secara penuh dapat lebih aman beraktivitas. Mereka dapat dengan aman mengunjungi sesama orang yang telah divaksin tanpa perlu mengenakan masker, tapi mereka tetap perlu menjaga protokol kesehatan selama di tempat umum.

CDC mendefinisikan orang yang divaksinasi penuh yakni mereka yang telah dua minggu menerima dosis kedua vaksin Moderna dan Pfizer Covid-19 atau dua minggu setelah menerima dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

Dari penelitian CDC, mereka yang telah divaksinasi terbukti tidak menyebarkan Covid-19. Namun, para ilmuwan masih mencoba memahami berapa lama perlindungan vaksin bertahan. "Tingkat kewaspadaan yang diambil harus ditentukan oleh karakteristik orang yang tidak divaksinasi, yang tetap tidak terlindungi terhadap Covid-19," bunyi pedoman dikutip dari CNN International, Selasa (9/3).

CDC juga memberikan panduan, mereka yang telah divaksin penuh dapat: berkontak dengan orang yang tidak divaksinasi yang tinggal serumah, tanpa menggunakan masker atau jarak fisik. Asalkan orang yang tidak divaksinasi berisiko rendah terkena penyakit parah.

Advertisement

Selain itu, mereka yang sudah divaksinasi secara penuh tak lagi perlu dikarantina dan melakukan pengujian tes Covid-19 jika terpapar dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19. Asalkan yang telah divaksin ini tidak menunjukkan gejala dan harus tetap memantau timbulnya gejala selama 14 hari.

Dengan panduan ini, berarti bahwa kakek-nenek yang divaksinasi dapat bertemu cucu mereka yang belum divaksinasi dan memeluknya bila sama-sama tinggal di wilayah yang sama.


Namun, mereka yang telah divaksinasi lengkap juga harus menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. Berikut pedoman CDC untuk orang yang divaksinasi lengkap:

1. Kenakan masker dan jaga jarak fisik di sekitar orang yang tidak divaksinasi dan berisiko tinggi terkena Covid-19 parah, atau jika orang yang tidak divaksinasi memiliki anggota keluarga yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

2. Kenakan masker dan jarak secara fisik saat mengunjungi orang yang tidak divaksinasi dan tidak tinggal satu rumah.

3. Orang yang divaksinasi penuh harus melanjutkan tindakan pencegahan keamanan dasar, termasuk: mengenakan masker kesehatan yang sesuai, menjaga jarak di tempat umum; menghindari kerumunan, menghindari ruang publik yang berventilasi buruk; sering mencuci tangan; dan menjalani tes Covid-19 jika mereka merasa sakit.

"Sehingga, mereka yang telah menerima vaksin belum dapat mengadakan pesta besar atau mengunjungi bar yang ramai," bunyi pedoman tersebut. 

Pedoman tersebut menyebutkan bahwa risiko tertular Covid-19 di tempat seperti gym atau restoran lebih rendah bagi mereka yang divaksinasi penuh. Namun, mereka tetap harus berhati-hati, karena potensi tertular dari orang-orang yang belum menerima vaksin.

"Saat berolah raga di gym, mereka tetap harus kenakan masker dan bila makan di luar, tetap pakai saat menunggu makanan."

Terkait perjalanan, CDC belum mengubah rekomendasinya yakni meminta mereka yang telah divaksin harus menunda perjalanan dan tinggal di rumah.

Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan panduan perjalanan CDC akan tetap sama, kecuali sudah semakin banyak orang yang menerima vaksin. Saat ini sekitar 90% negara masih belum divaksinasi sehingga perjalanan ke luar negeri membawa terlalu banyak risiko. "Setiap kali ada peningkatan perjalanan, kasus Covid-19 di negara ini pun meningkat," kata Walensky.

Sekarang ada 30 juta orang di Amerika Serikat yang telah divaksinasi penuh. Namun, berdasarkan data  Universitas Johns Hopkins sebanyak  60.000 kasus per hari bertambah selama tujuh hari terakhir.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait