Covid-19 Meledak di Pelabuhan Singapura Diduga dari Nelayan RI

Penyebaran Covid-19 di klaster pelabuhan perikanan Jurong, Singapura, diduga tertular dari para nelayan yang berasal dari Indonesia
Yuliawati
21 Juli 2021, 15:11
Singapura, pelabuhan jurong, penularan dari indonesia
ANTARA FOTO/REUTERS/Caroline Chia/hp/cf
Warga Singapura memakai masker pelindung menyebrang jalan di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Singapura, Jumat (14/5/2021).

Singapura kembali memberlakukan karantina wilayah atau lockdown mulai Kamis (22/7) hingga 18 Agustus mendatang. Kebijakan lockdown ini diambil setelah penambahan kasus baru Covid-19 varian Delta sebanyak 182 pada Selasa (20/7).

Ada dua klaster utama yang menyebabkan kasus Covid-19 di Singapura merebak yakni klaster Pelabuhan Perikanan Jurong dan karaoke TV (KTV). Penambahan kasus paling banyak dari klaster pelabuhan perikanan Jurong, yang hingga Selasa kemarin berjumlah sebanyak 321 orang.

"Jumlah ini akan meningkat karena kami menemukan lebih banyak kasus di tempat dan di pasar basah lainnya," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Singapura, Kenneth Mak dari The Straight Times, dikutip Selasa (20/7).

Penyebaran Covid-19 di klaster pelabuhan perikanan Jurong diduga tertular dari para nelayan yang berasal dari Indonesia. "Mungkin lewat jalur laut, lalu ke pelabuhan perikanan, seperti dari kapal nelayan Indonesia atau kapal nelayan lain yang membawa ikan ke pelabuhan," kata Mak.

Dari hasil tes, pemerintah Singapura mengidentifikasi varian Delta sebagai penyebab infeksi Covid-19 di klaster ini. Varian yang diidentifikasi memiliki ciri-ciri yang mirip dengan kasus impor Covid-19 dari Indonesia.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung mengatakan bahwa para ilmuwan sedang melakukan studi filogenetik. Secara genetik, kasus ini berbeda dari varian Delta yang menginfeksi pasien di Rumah Sakit Tan Tock Seng dan Bandara Changi. "Ini lebih dekat dengan apa yang kami deteksi pada kasus impor dari Indonesia,” kata Mr. Ong dikutip dari Today online.

Hingga saat ini pemerintah Singapura belum mendapatkan kronologi detail bagaimana penularan berlangsung. "Mekanisme penularan dari kapal ke orang yang berjualan di kios pelabuhan tidak sepenuhnya jelas," kata dia.

Meski penularan berasal dari pelabuhan, pemerintah Singapura memastikan ikan impor tersebut masih aman untuk dikonsumsi. "Kami tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa penularan terjadi melalui ikan yang terkontaminasi," kata Mak.

Berdasarkan tes, klaster pelabuhan ini tidak berasal dari satu titik.
"Paparan mungkin telah terjadi selama periode waktu tertentu, dengan beberapa titik infeksi karena varian yang kami identifikasi sejauh ini tidak sepenuhnya identik di seluruh kasus," kata Mak.

Ada potensi penularan pada klaster KTV berasal dari pelabuhan perikanan Jurong. Ada satu pasien Covid-19 yang bekerja di pelabuhan perikanan Jurong dalam masa infeksi mengunjungi lounge KTV. Namun, belum jelas apakah orang tersebut yang menularkan Covid-19. "Tes PCR (polymerase chain reaction) yang dilakukan mendeteksi adanya virus Covid-19, tetapi dalam jumlah yang sangat rendah," kata Mak.

Saat ini, Singapura telah melakukan vaksinasi virus corona Covid-19 secara penuh terhadap 47,73% penduduknya hingga 19 Juli 2021. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Berikut grafik Databoks:

Advertisement

Penyumbang bahan: Mela Syaharani

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait