Epidemiolog Sebut Keajaiban Imunitas Alami Turunkan Laju Covid-19 RI

Ancaman Covid-19 hingga saat ini masih berlangsung, sehingga masyarakat tetap perlu menjaga protokol kesehatan.
Yuliawati
21 Oktober 2021, 16:19
covid-19, gerakan 3M, vaksin
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Para pencari suaka menggendong anaknya saat mengikuti vaksinasi COVID-19 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).

Penyebab laju kasus Covid-19 di Indonesia yang menurun di antaranya karena imunitas alami yang diperoleh para penyintas Covid-19. Ahli epidemi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut hal tersebut sebagai sebuah keajaiban sebab berkontribusi besar pada penurunan laju kasus di Tanah Air.

"Orang yang terinfeksi di Indonesia sudah cukup banyak dan sudah punya imunitas dan ditambah vaksin, itu efektif," kata Pandu Riono dalam acara Talkshow Antara, Kamis (21/10).

Pandu mengatakan seorang penyintas Covid-19 yang kemudian menerima vaksin bakal memiliki kadar imun tubuh yang sangat tinggi. "Kadang kami sebut sebagai super immunity karena kadar imunnya tinggi," katanya.

Dia mengemukakan hasil survei di Jakarta pada Maret 2021, hampir separuh penduduk pernah terinfeksi SARS-Cov-2 yang didominasi kaum perempuan. "Sebanyak 44% masyarakatnya sudah punya antibodi karena terinfeksi. Karena saat Maret vaksinasi penduduk masih sedikit," katanya.

Pandu menyebut kombinasi Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, vaksinasi dan imun alami para penyintas sangat membantu Indonesia. Gabungan kombinasi tersebut yang membuat Indonesia menjadi negara dengan laju kasus Covid-19 yang paling rendah bila dibandingkan negara lain.

Pandu mengatakan strategi tersebut perlu terus dipertahankan jika Indonesia ingin menghadang ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi berlangsung pada awal 2022.

Bahkan Pandu menyebut sejumlah negara tetangga seperti Australia dan Singapura justru mengadopsi strategi yang diterapkan di Indonesia.

"Tidak mungkin mereka bisa mencapai sampai zero kasus sebab ini penularan yang tidak sederhana akhirnya mereka menyerah dan ngikutin kita secara tidak langsung," katanya.

Pandu mengingatkan bahwa ancaman Covid-19 hingga saat ini masih berlangsung. Sehingga masyarakat masih perlu berhati-hati menjaga protokol kesehatan. Selain itu pemerintah dan pihak terkait diminta fokus pada upaya antisipasi kasus di rumah sakit dan kasus meninggal dengan meningkatkan vaksinasi.

"Tingkatkan cakupan vaksinasi pada daerah aglomerasi dan juga kelompok lansia dan komorbiditas," ujarnya.

Hingga Rabu (20/10), vaksinasi covid-19 secara nasional mencapai 176,99 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksinasi dosis 1 telah diberikan sebanyak 110,03 juta dosis, 64,85 juta untuk dosis 2 dan sebanyak 2,11 juta dosis lainnya untuk vaksinasi gotong royong. Berikut grafik Databoks:

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait