Google Makin Canggih, Ada Inovasi Terbaru dari Maps hingga Search

Google menyebut masyarakat Indonesia gemar mencari informasi, mengetahui topik-topik menarik lewat Search.
Cindy Mutia Annur
21 November 2019, 10:06
Google, makin canggih, inovasi terbaru
KATADATA/HARI WIDOWATI
Para pejabat Google Indonesia. Google meluncurkan inovasi dari berbagai fitur.

Google meluncurkan inovasi terbaru untuk mengoptimalkan layanan bagi pengguna. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini merilis beberapa fitur terbaru di empat layanannya yakni Google Maps, Asisstant, Search, hingga Shopping. Berikut ringkasannya:

Google Maps

Engineering Director Google Maps Chandu Thota mengatakan, ada jutaan masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan Maps perusahaan tiap harinya. Tak hanya untuk membantu mereka saat berpergian, Google Maps juga membantu mereka mencari tempat makan hingga mencari toko terdekat.

"Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan kualitas peta kami bagi pengguna Maps," kata Chandu dalam konferensi #Google4ID di Jakarta, Rabu (20/11).

(Baca: Gandeng Citi, Google Dikabarkan Siap Masuk Bisnis Keuangan)

Advertisement

Ia melanjutkan, saat ini perusahaan tengah melakukan uji coba (piloting project) fitur Local Guide. Lewat fitur ini, memungkinkan pengguna Maps mengikuti (following) profil local guide tertentu untuk mendapatkan rekomendasi tempat-tempat yang dapat dikunjungi.

Chanfdu mengatakan, fitur ini masih diuji coba di beberapa kota di seluruh dunia, termasuk Jakarta. Dengan fitur ini, menurutnya, pengguna dapat menambahkan ulasan dan foto mulai dari tempat kuliner, toko, hingga tempat wisata rekomendasi.

Selanjutnya, Maps juga memiliki fitur 'Stay Safer'. Fitur ini guna memonitor perjalanan pengguna lain dengan cara membagikan lokasi mereka secara 'real time', serta memastikan bahwa rute perjalanan mereka aman. "Misalnya, pengguna akan mendapat peringatan dari Google jika pengemudi melenceng dari rute sejauh lebih dari 0,5 kilometer," katanya.

Google Assistant

Google Assistant Program & NBU Lead Nimesh Ranjan mengatakan, layanan Assistant kini semakin mudah diakses oleh pengguna. Bahkan, layanan ini bisa digunakan untuk melakukan transaksi di platform lain seperti mengecek saldo lewat Mobile-banking BCA hingga memesan makanan lewat layanan Go-Food di Gojek.

"Pesan martabak dari Gojek. Lalu perintah ini bakal langsung memunculkan daftar penjual martabak terdekat dan Anda bisa langsung melacak pesenanannya juga," kata Nimesh.

(Baca: Gojek Siapkan 7 Strategi, Pesanan di GoFood Tembus 50 Juta per Bulan)

Tak hanya itu, Nimesh mengatakan, Google Assistant kini juga dapat menangani permasalahan data dan privasi pengguna di ponselnya. Ia mencontohkan, pengguna dapat menghapus aktivitas di ponsel selama seminggu hingga sebulan yang lalu.

"OK Google, hapus hal terakhir yang saya katakan minggu lalu," ujarnya. Dalam beberapa saat kemudian, layanan itu pun bekerja dan menghapus data-data yang diperintahkan Nimesh.

Selain itu, menurutnya, Google Assistant juga tengah melakukan piloting project melalui Phone Line Indosat Oooredoo. Nantinya, pengguna bisa menggunakan layanan Assistant melalui telepon bebas pulsa tanpa koneksi internet hanya dengan menelepon nomor 696.

Proyek ini telah dilakukan di wilayah Sukabumi, Medan, Kediri, Karawang, dan Jombang. "Penelepon yang paling aktif menanyakan hingga 50 pertanyaan tiap hari untuk mencari informasi, seperti skor pertandingan sepakbola, mendengarkan berita, menanyakan soal cuaca, dan sebagainya," ujarnya.

(Baca: Wacana Denda Facebook, Regulasi Uni Eropa dan Usaha Bendung Hoaks)

Google Search

Group Product Manager Google Search Bibo Xu mengatakan, masyarakat Indonesia gemar mencari informasi, mengetahui topik-topik menarik, hingga membuat keputusan penting dengan menggunakan layanannya.

"Sehingga, kami pun ingin membantu pengguna menemukan informasi yang relevan dan tepat saat mereka membutuhkan lewat beberapa fitur terbaru kami," ujar Bibo.

Bibo mengatakan, Google Search kini memungkinkan pengguna untuk mendengarkan hasil pencarian dari halaman situs yang dituju dengan menekan tombol putar suara di pojok bawah. Pengguna tak perlu membaca informasi yang dicari, namun mereka dapat mendengarkannya sembari melakukan aktivitas lain.

(Baca: Yahoo Down, Riwayat Raksasa Uzur yang Sempat Tolak Pinangan Microsoft)

"Kami luncurkan fitur ini, karena kami melihat ada banyak orang yang lebih suka mendengarkan atau menonton konten daripada membaca halaman situs yang panjang," ujarnya. Dengan bantuan Google Translate, pengguna juga dapat menerjemahkan halaman situs apa saja sesuai bahasa yang diinginkan.

Selanjutnya, ada fitur Key Moments, yang dapat membantu pengguna menemukan momen-momen penting dalam video tertentu berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh kreator konten di YouTube.

"Misalnya, ingin mencari tutorial lagu, lalu pengguna bisa mencari bagian-bagian yang ingin dicari, misalnya pada bagian chorus, nanti bisa langsung didengarkan (bagian tersebut)," katanya.

Kemudian, ada pula fitur 'Lens', di mana pengguna bisa mencari gambar-gambar detail untuk keperluan hiburan atau inspirasi. Ketika pengguna melihat ada sesuatu dalam gambar yang ingin diketahui lebih lanjut, misalnya kursi bermotif batik, mereka dapat melihatnya dalam fitur ini.

"Sehingga, pengguna bisa mengeksplorasi informasi lebih dalam mengenai gambar tersebut, misalnya nama barang tersebut hingga di mana pengguna bisa membelinya," ujarnya.

Google Shopping

Director of Product Management Google Shopping Amit Deshpande mengatakan, layanannya dapat membantu pengguna dengan mudah membandingkan jutaan produk dengan harga terbaik. Sehingga, menurutnya, fitur-fitur terbaru Google Shopping tak hanya menguntungkan bagi pembeli namun juga para penjual toko.

Melalui fitur 'Shopping Homepage', menurut Amit, merupakan fitur personalisasi sehingga memudahkan pengguna melihat rekomendasi produk yang relevan serta dapat memesan ulang produk yang sering dibeli. "Setelah siap membeli, pengguna dapat memilih melakukan pembelian di toko terdekat atau langsung melalui e-commerce," ujarnya.

Amit mengatakan, toko juga bisa mencantumkan produk dan penawaran produk mereka di Google Shopping secara gratis. Untuk melakukannya, penjual dapat membuka Google Shopping Merchant Center alias situs khusus penjual dan mengunggah produk-produknya.

"Lewat fitur ini, kami harap dapat membantu para penjual menciptakan lebih banyak peluang bagi toko yang sudah besar maupun UMKM (usaha mikro kecil dan menengah)," ujarnya.

Selain itu, menurut Amit, nantinya penjual toko juga dapat menjangkau jutaan pengunjung Google Shopping hanya dnegan memasukkan informasi bisnis dan produk mereka melalui akun Google Bisnisku atau Google My Business.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait