Telkomsel dan Indosat Batasi Akses Internet di Wamena

Telkomsel dan Indosat memenuhi permintaan pemerintah untuk membatasi akses internet di Wamena.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
23 September 2019, 20:45
pembatasan akses internet
ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Asap masih mengepul dari sebuah bangunan yang terbakar di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019).

Telkomsel dan Indosat mengumumkan telah membatasi akses internet di Wamena, Papua hari ini (23/9) akibat kerusuhan yang terjadi di kota tersebut. Kebijakan tersebut ditempuh berdasarkan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, perusahaan sebagai penyedia layanan telkomunikasi mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. "Kami senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data di wilayah ini," ujar Denny melalui siaran pers, Senin (23/9).

(Baca: Kominfo Sebut Sudah Buka Blokir Internet 85% Wilayah Jayapura)

Meski demikian, menurutnya, layanan telepon dan SMS perusahaan masih berfungsi normal dan terus dioptimalkan guna memastikan kenyamanan berkomunikasi pelanggan di kota Wamena. Saat ini, ia melanjutkan, kantor layanan Telkom Group di kota Wamena pun tidak beroperasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Pelanggan dapat memanfaatkan layanan call center di nomor 188.

Denny mengatakan, perusahaan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), Polri, TNI, Kominfo, serta aparat setempat untuk mengambil tindakan preventif dalam melakukan pengamanan aset serta fasilitas pendukung alat produksi di wilayah Wamena.

"Kami berharap agar situasi di kota Wamena semakin kondusif, demi menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.

(Baca: Rusuh Terjadi di Wamena, Bandara Setop Operasi)

Seperti Telkom, Indosat juga mengambil kebijakan yang sama terhadap wilayah tersebut. "Indosat Ooredoo senantiasa menaati arahan dari pemerintah RI melalui Kominfo terkait pembatasan layanan telekomunikasi data sehubungan dengan kondisi yang terjadi di Wamena," kata SVP-Head of Corporate Communications Turina Farouk kepada Katadata, Senin (23/9).

Turina mengatakan, saat ini layanan perusahaan untuk SMS dan telepon di Wamena masih normal melayani masyarakat. Perusahaan berharap agar kondisi di wilayah tersebut segera kembali normal dan kondusif.

Ada pun ibu kota Kabupaten Jayawijaya ini memanas sejak Senin (23/9) pagi. Pasalnya, aksi massa di wilayah tersebut berlangsung anarkis hingga sejumlah bangunan dibakar. Bahkan otoritas telah menutup Bandara Wamena sejak pukul 10.30 WIT.

Kerusuhan terjadi beberapa wilayah Papua dan Papua Barat dimulai dari Manokwari, Papua Barat pada 19 Agustus dan merembet ke Jayapura sepuluh hari kemudian. Awalnya masyarakat menyampaikan unjuk rasa terkait isu rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Namun belakangan pemerintah menuding Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda berada di balik kerusuhan tersebut. Buntut aksi tersebut, pemerintah menempatkan ribuan personel TNI dan Polri. Selain itu,  akses internet di Papua dan Papua Barat selama beberapa pekan.

(Baca: Menteri Rudiantara Tolak Ganti Rugi Blokir Internet di Papua)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait