Fintech Pintek Gaet Startup Gredu untuk Perluas Pinjaman ke Sekolah

Pintek menerima permintaan pinjaman yang meningkat dari lembaga pendidikan di masa normal baru.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
7 Juli 2020, 08:29
fintech, pendidikan, sekolah, pintek, pinjaman
pintek
Fintech Pintek hadir dalam acara Edutech Expo & IIETSE 2020 pada Februari lalu.

Selama pandemi virus corona atau Covid-19, perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) khusus pendidikan Pintek mencatatkan peningkatan permintaan pinjaman terutama dari lembaga pendidikan. Pintek menggaet startup teknologi pendidikan (edutech) Gredu untuk memperluas akses pinjaman.

Dari awal tahun hingga saat ini, pinjaman meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu. VP of Commercial Pintek Patricia Sanjoto mengatakan, permintaan pinjaman paling banyak datang dari lembaga pendidikan (institution loan) yang membutuhkan permodalan selama pandemi.

"Banyak lembaga pendidikan yang mengetahui tentang Pintek dan masih ada kebutuhan untuk pengembangan sekolah atau kampus," katanya dalam video conference pada Senin (6/7).

(Baca: Strategi Fintech Pintek & Pinteria Gaet Mahasiswa saat New Normal)

Apalagi di masa normal baru, lembaga pendidikan tidak hanya membutuhkan keperluan operasional seperti biasanya, tapi juga membutuhkan sarana prasaran pembelajaran online. "Pada kuartal III, di mana sekolah perlu mempersiapkan tahun ajaran baru, Pintek dapat memberikan dukungan dana bagi sekolah-sekolah," ujar Patricia.

Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono memperkirakan ketika sekolah dibuka saat normal baru, mereka membutuhkan modal untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung untuk mencegah penularan virus corona seperti hand sanitizer, masker, dan termometer. "Sekolah juga butuh sarana prasarana untuk online learning seperti perangkat keras maupun lunak, yang belum dianggarkan," ujar dia.

Oleh karena itu, Pintek menyederhanakan pengajuan pinjaman untuk sekolah yakni dengan memberikan pinjaman dengan bunga flat di bawah 1% per bulan dan tanpa agunan untuk sekolah. "Ini diharapkan menjadi insentif bagi sekolah untuk memperkuat keuangan dan manajemen risiko," ujar Tommy.

(Baca: Strategi Fintech Pintek & Pinteria Gaet Mahasiswa saat New Normal)

Pintek menggaet startup teknologi pendidikan (edutech) Gredu yang memiliki enam platform, yaitu Gredu School Management System, Gredu Teacher, Gredu Parent, Gredu Student, dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Layanan dari Gredu bisa digunakan oleh sekolah guna membangun sistem manajemen digitalisasi. Di masa normal baru, sekolah membutuhkan layanan manajemen itu untuk pembelajaran secara online.

Sekolah kemudian bisa menggunakan layanan dari Gredu melalui pinjaman atau cicilan dari platform Pintek. "Sekarang di masa pandemi dibutuhkan digitalisasi yang bagus agar pembelajaran bisa maksimal," ujar Business Development Manager Gredu Amiga Fersya.

Gredu menyasar siswa dan sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Awal tahun ini, Gredu berkolaborasi dengan 200 sekolah negeri dan swasta di DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Lebih dari 70% di antaranya merupakan sekolah negeri. "Target 500-600 sekolah. Kami realistis dulu, mau menekankan bukan hanya lingkup sekolah tetapi sampai nasional," kata CEO Gredu Rizky Anies.

Untuk mencapai target itu, perusahaan berfokus melakukan sosialisasi ke beberapa kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Indonesia, perusahaan ini bersaing dengan startup sejenis seperti Ruangguru, HarukaEdu, Zenius, dan lainnya.

(Baca: Sekolah Dapat Gunakan Dana BOS untuk Biayai Protokol Kesehatan Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait