Halodoc Beri Layanan Swab Antigen, Kerja Sama dengan RS Siloam & Roche

Halodoc menyediakan layanan tes Covid-19 dengan metode baru karena saat ini angka tes Covid-19 masih rendah.
Image title
3 Juni 2021, 17:26
Halodoc, Antigen
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Pemudik menjalani swab test antigen di Sunter, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Startup kesehatan Halodoc meluncurkan layanan tes Covid-19 baru yakni swab antigen elecsys berkolaborasi dengan jaringan rumah sakit Siloam Hospitals Group dan perusahaan farmasi Roche. Swab antigen elecsys diklaim mempunyai keakuratan yang lebih tinggi.

Tingkat sensitivitas tes sebesar 94.5% dan spesifisitas 99.9% pada CT Value < 30. Dengan begitu, sampel jumlah virus yang lebih rendah pun akan tetap akurat terdeteksi dibandingkan rapid antigen biasa.

Pengambilan sampel untuk tes ini dilakukan dengan cara usap nasofaring atau dengan mengumpulkan cairan sampel dari bagian belakang hidung. Hasil swab antigen elecsys menggambarkan kondisi saat pengambilan sampel.

Hasil positif menunjukkan kemungkinan besar terinfeksi virus corona, sedangkan hasil negatif tidak menyingkirkan kemungkinan terinfeksi virus. Penilaian hasil didapatkan dengan melihat keadaan klinis pasien dan hasil pemeriksaan penunjang lain.

CEO & Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, layanan tes Covid-19 dengan metode swab antigen elecsys, saat ini sudah bisa diakses di aplikasi maupun situs resmi Halodoc. Sedangkan, harga untuk tes metode ini sebesar Rp 299.000.

"Ini dapat menjadi alternatif tes Covid-19 bagi masyarakat," katanya dalam acara konferensi pers virtual pada Kamis (3/6).

Jonathan mengatakan, perusahaan membuat layanan tes Covid-19 metode baru karena saat ini angka tes Covid-19 masih rendah. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, rasio tes minimal yakni satu sampel per seribu orang per pekan untuk setiap unit terkecil. Maka, di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa, perlu dilakukan sekitar 40 ribu tes Covid-19 per harinya.

Dari data Kemenkes, pemeriksaan Covid-19 memang sempat berada di atas 40 ribu orang pada Mei lalu (11/5) sebelum lebaran. Namun, selama lebaran dan setelahnya, angka tes anjlok.

Pada saat lebaran (14/5) angka tes mencapai 15.945 orang. Pelan-pelan angka tes kembali meningkat hingga 36.988 orang pada setelah lebaran (17/5).

Sedangkan, kasus aktif telah meningkat dari 90 ribu menjadi 100 ribu orang pasca lebaran. Hingga kemarin (2/6), angka kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.831.773 orang. Kemudian, jumlah kasus sembuh mencapai 1.680.501 dan 50.908 orang meninggal karena Covid-19.

Jonathan mengatakan, hingga saat ini Halodoc telah melayani tes Covid-19 kepada 1 juta pengguna dalam berbagai metode, baik antigen, PCR, dan lainnya.

Sedangkan, Halodoc hingga saat ini telah menjangkau 20 juta pengguna. "Kami berharap, layanan baru ini akan semakin banyak menjangkau lebih banyak pengguna," ujarnya.

Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan, ada tiga cara yang saat ini dilakukan oleh perusahaan dalam menanggulangi virus corona. Pertama, melakukan tes atau skrining sebanyak mungkin guna memutus penularan virus. Kedua, meningkatkan layanan terhadap pasien Covid-19. Ketiga, pelaksanaan vaksinasi.

Sedangkan, menurutnya tes atau skrining itu merupakan langkah penting di masa pandemi. "Karena semakin cepat seseorang teridentifikasi dan tertangani, semakin cepat pula wabah virus dapat ditanggulangi," ujar Caroline.

 

Advertisement
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait