Kominfo Bantu Akses Pendanaan 15 Startup Pendidikan hingga Kesehatan

Para startup akan mendapat kesempatan akses pendanaan dari perusahaan modal ventura.
Image title
27 September 2021, 14:26
startup, kominfo, seleksi SSI
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Kominfo memilih 15 startup dalam program SSI batch ketiga.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan cetak 150 startup baru dan tambahan tiga unicorn pada 2024. Untuk itu, kementerian gencar menggelar program akselerasi, salah satunya Studio Startup Indonesia (SSI) yang digelar sejak 2020.

Tahun ini, kementerian kembali  menggelar program SSI batch ketiga dengan memilih 15 startup dari sejumlah sektor seperti pendidikan, kuliner, keuangan, hingga kesehatan. Ke-15 startup yang lolos seleksi yakni AturKuliner, AyoBlajar, Bicarakan, Bolu, Eateroo, Finku, FishLog, Gajiku, Imajin, Keyta, Powerbrain, KreatifHub, Sgara, Soul Parking, dan Zi.Care. 

Kementerian Kominfo akan mengakselerasi ke-15 startup tersebut mulai September hingga Desember 2021. "Ini untuk mempercepat target kami, cetak 150 startup," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers virtual pada Senin (27/9).

Startup tersebut akan mengikuti sejumlah sesi pelatihan, seperti Founder’s Camp dan 1-on-1 Coaching terkait dengan product-market-fit. Pada tahap akhir startup akan mengikuti acara Milestone Day dan memaparkan model bisnis dan pencapaiannya di depan stakeholder.

"Para startup juga akan dapat kesempatan akses pendanaan dari perusahaan modal ventura," kata Samuel.

Selah satu startup terpilih Zi.Care bergerak di sektor kesehatan. Zi.Care memberikan solusi bagi fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun tingkat lanjut, untuk mengelola urusan administrasi serta rekam medis elektronik.

"Kami bantu fasilitasi kesehatan, karena ini juga yang dibutuhkan dalam transformasi digital di Indonesia," kata CEO Zi.Care Jessy Abdurrahman.

Ada juga startup di sektor pendidikan AyoBlajar. Sama seperti platform pendidikan (edtech) lainnya, AyoBlajar juga menyediakan layanan belajar online melalui video sebagai sumber pembelajaran. Sedangkan, layanan video dari AyoBlajar juga memungkinkan siswa pengguna dapat mengikuti kelas secara real time.

Kemudian, startup keuangan Finku yang memfasilitasi aplikasi manajemen keuangan pribadi. Tujuannya, membantu mengelola dan memantau semua transaksi keuangan kamu secara otomatis.

Selain menargetkan 150 startup baru pada 2024, pemerintah juga menargetkan tiga tambahan unicorn baru pada 2024. Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, target itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni untuk mendorong transformasi digital.

Berdasarkan laporan CB Insights bertajuk ‘The Complete List of Unicorn Companies’, Indonesia memiliki satu decacorn yakni Gojek dan enam unicorn yaitu Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, OVO, J&T, dan OnlinePajak.

Sedangkan, ada sejumlah startup yang digadang-gadang juga berstatus unicorn, yakni Xendit, Tiket.com dan Blibli. Namun ketiganya tak ada di daftar CB Insights.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait