Laba Samsung Diperkirakan Terdongkrak Bisnis Cip dan Ponsel Lipat

Kinerja keuangan Samsung diperkirakan kinclong berkat penjualan cip semikonduktor.
Image title
5 Oktober 2021, 11:06
Samsung, laba, bisnis cip, ponsel lipat
Instagram/@SamsungIndonesia
Samsung Galaxy S21

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan Samsung diproyeksikan akan mengalami peningkatan laba operasi sebesar 27,6% pada kuartal ketiga tahun ini. Peningkatan laba itu terdorong oleh moncernya bisnis cip (chipset) dan ponsel lipat.

Penyedia data keuangan FnGuide Inc memproyeksikan laba operasi Samsung pada kuartal ketiga 2021 akan mencapai 15,8 triliun won atau US$ 13,4 miliar. "Angkanya melebihi ekspektasi pasar dengan kenaikan 27,6% secara tahunan (year on year/yoy)," demikian dikutip oleh Nikkei Asian Review pada Senin (4/10).

FnGuide juga memperkirakan bahwa pendapatan Samsung juga meningkat 9,3% menjadi 73,2 triliun won selama kuartal ketiga 2021. FnGuide memperoleh perkiraan laba dan pendapatan Samsung dari data 22 perusahaan pialang.

Samsung akan mengumumkan laba operasi dan penjualan kuartal ketiga pada pekan ini (8/10). Menurut media lokal, Samsung akan mengungkap laporan lengkap mengenai pendapatan dan laba bersih bulan ini.

Analis dari Hi Investment & Securities Song Myung-seob mengatakan, laba operasional itu merupakan dukungan dari peningkatan penjualan cip semikonduktor. "Peningkatan laba ini lebih tinggi dari estimasi kami sebelumnya," kata Song.

Permintaan cip Samsung datang dari industri smartphone, laptop, hingga konsol game. Dalam beberapa bulan terakhir, investasi perusahaan ke pusat data yang membutuhkan server dalam jumlah besar juga meningkat. Hal tersebut memicu permintaan untuk cip memori yang tinggi.

Moncernya bisnis cip Samsung juga terjadi seiring dengan kelangkaan cip sejak awal 2021. Itu disebabkan tindakan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memasukkan beberapa perusahaan semikonduktor asal Tiongkok ke dalam daftar hitam (blacklist) perdagangan maupun keamanan.

“Ini membuat permintaan cip akan tetap tinggi dan pasokan tetap terbatas. Kami perkirakan kelangkaan ini akan bertahan hingga 2022 atau 2023,” ujar Wakil Presiden Direktur Forrester, Glenn O’Donnell dikutip dari CNBC International, Mei lalu.

Selain karena moncernya bisnis cip, laba Samsung juga terdongkrak oleh penjualan ponsel lipat. Menurut laporan Korean Herald, pemesanan ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 yang diluncurkan pada Agustus 2021 mencapai dua kali lipat lebih banyak dibanding ponsel premium Galaxy S21.

Mengutip GSM Arena, setelah lebih dari sebulan setelah dirilis, Samsung Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 sudah terjual 1 juta unit di Korea Selatan. Kecepatan penjualan itu mirip dengan ponsel Galaxy Note 10 dan Galaxy S8. Sejauh ini, Galaxy Z Flip3 juga menjadi ponsel lipat terlaris di Korea Selatan.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait