Bukalapak dan Grab Siapkan Kerja Sama Bisnis Baru

Bukalapak sudah lama bermitra dengan Grab dengan menjalankan integrasi layanan yang sifatnya komplementer.
Image title
19 Oktober 2021, 14:33
Ekosistem Emtek, Grab, Bukalapak versus Telkomsel, Gojek, Tokopedia
Katadata/Desy Setyowati, Emtek, Grab, Bukalapak, Gojek, Telkomsel, Tokopedia
Ekosistem Emtek, Grab, Bukalapak versus Telkomsel, Gojek, Tokopedia

PT Bukalapak.com Tbk berencana memperluas integrasi dengan ekosistem Grab. President Director Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, integrasi itu diharapkan mampu mendongkrak transaksi.

Rachmat mengatakan, perusahaan sudah lama bermitra dengan Grab dengan menjalankan integrasi layanan yang sifatnya komplementer. Seperti pada layanan logistik, pengguna Bukalapak bisa mendapatkan layanan dari GrabExpress. Grab pun mendapat keuntungan memperoleh pengguna baru pada layanan logistiknya itu.

Bukalapak juga berkolaborasi dengan Grab dan Elang Mahkota Teknologi (Emtek), membuat program #KotaMasaDepan. Program tersebut menyasar digitalisasi UMKM di kota tingkat (tier) dua dan tiga.

Kota tier dua atau rising urbanites misalnya, Makassar, Denpasar, dan Semarang. Sedangkan tier tiga atau slow adapters seperti Magelang, Prabumulih, dan Bangli.

Keduanya bakal berkolaborasi semakin masif lagi di masa depan. "Pengembangannya luas, karena pasarnya juga besar," kata Rachmat dalam Public Expose 2021 PT Bukalapak.com Tbk, pada Selasa (19/10).

Dia mencontohkan kolaborasi Bukalapak dan Grab ke depan bisa menawarkan solusi komprehensif bagi bisnis warung. "Kami dorong ke arah sana," katanya.

Bukalapak mempunyai lini bisnis yang menyasar warung, yakni Mitra Bukalapak. Sedangkan, Grab juga mempunyai layanan serupa, yakni GrabKios.

Potensi warung pun dianggap besar. Riset Euromonitor International 2018 menunjukkan, mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina lebih suka berbelanja di warung atau toko kelontong.

Perusahaan sekuritas CLSA juga mencatat, biaya akuisisi konsumen alias customer acquisition costs (CACs) melalui mitra warung sekitar 10-20% yakni US$ 2 per pelanggan atau kurang dari Rp 30.000. Biayanya lebih murah dibandingkan cara umum.

Rachmat mengatakan, kolaborasi antara Bukalapak dan Grab itu mampu mendongkrak transaksi. "Banyaknya sinergi yang dilakukan akan meningkatkan kemampuan layanan, otomatis transaksi naik," katanya.

Awalnya integrasi Bukalapak dan Grab terbentuk karena peran Emtek. Konglomerat media itu memiliki saham di Bukalapak melalui anak usaha, Kreatif Media Karya.

Sedangkan, Grab dan Emtek saling silang kepemilikan saham dengan nilai investasi triliunan rupiah. Emtek baru saja membeli 3,2% saham Grab Teknologi Indonesia Rp 3,08 triliun. Konglomerat ini juga memiliki 2,68% saham Grab.

Sedangkan Grab Holdings berinvestasi di Emtek dan memiliki 4,6% saham melalui H Holdings Inc. Investasi dilakukan dengan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan Emtek pada 31 Maret.

Emtek menerbitkan saham baru sebanyak 4,75 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 1.954 per lembar. Berdasarkan laporan The Straits Times, nilai investasi yang digelontorkan oleh Grab Holdings kepada Emtek mencapai Rp 4 triliun.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait