BUMN Dapat Jatah 55% dari Komitmen Investasi UEA Rp 400 Triliun

BUMN yang akan terlibat dalam proyek investasi dari UEA yakni Pertamina, PLN, dan Pelindo.
Image title
5 November 2021, 16:49
BUMN, UEA
Katadata
Erick Tohir menghadiri National Day Indonesia di Expo 2020 Dubai, Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (4/11/2021).

Pemerintah Uni Emirat Arab atau UEA akan mengucurkan investasi ke Indonesia mencapai US$ 32,7 miliar atau sekitar Rp 457 triliun. Sebagian proyek investasi tersebut untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Mayoritas investasi itu akan dialokasikan ke berbagai BUMN dan mendukung prioritas strategis kementerian," kata Menteri BUMN Erick Thohir, dalam siaran pers, Jumat (5/11).

Komitmen investasi UEA berlangsung saat pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, UAE, Rabu (3/11).

Dalam pertemuan yang dihadiri beberapa menteri dan pengusaha UEA, dinyatakan komitmen UAE untuk menyalurkan investasi ke Indonesia mencapai US$ 32,7 miliar atau sekitar Rp 457 triliun.

Erick mengatakan, sebanyak US$ 18 miliar atau sekitar 55% dari potensi investasi tersebut, akan dialokasi kepada BUMN. BUMN yang akan terlibat dalam proyek investasi yakni Pertamina, PLN, dan Pelindo. Tujuannya untuk mendukung transformasi dalam percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Kementerian BUMN mencanangkan beberapa proyek besar terhadap ketiga BUMN itu. Seperti pembangunan energi terbarukan untuk Indonesia bersama PLN. Lalu, revitalisasi refinery Pertamina yang akan meningkatkan kapasitas dan refineries di Indonesia.

Begitu juga digunakan untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh kepulauan Indonesia melalui Pelindo dan pembangunan daya saing digital.

Melihat minat dan komitmen besar sejumlah investor global dan negara ke Indonesia harus dijawab dengan mempersiapkan sumber daya manusia sehingga investasi dana dan modal ini bisa mencapai sasaran. "Kami juga harus membenahi biaya logistik yang masih tinggi," ujar Erick.

Pihak UEA sudah berulang kali melakukan kerja sama dengan Indonesia. Di bidang energi, kerja sama antara PLN dan Pertamina dengan dua BUMN milik pemerintah UEA, yakni Masdar dan Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc).

Lalu, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) yang telah berkomitmen melakukan investasi ke Indonesia Investment Authority (INA).

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait