6 Tips Aman Saat Belanja Online Agar Terhindar dari Penipuan
ZIGI – Belanja online jadi salah satu aktivitas yang naik selama pandemi Covid-19 melanda sejak 2020 lalu. Namun seiring dengan meningkatnya pembelian secara daring, makin marak penipuan.
Dikutip dari Katadata, hampir 75 persen masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online daripada datang langsung seperti yang dilaporkan oleh SIRCLO dan Ravenry pada 2020 yang bertajuk “Navigating Indonesia’s E-Commerce: Omnichannel as the Future of Retail”. Buat kamu yang ingin berselancar membeli barang online secara aman, simak 6 tipsnya di bawah ini ya!
Baca juga: Survei: Orang Indonesia Lebih Suka Pakai E-Wallet untuk Belanja Online
1. Pastikan Reputasi Penjual Sebelum Belanja Online
Aplikasi toko online biasanya memberikan fasilitas rating untuk tiap toko dengan skala 1 hingga 5. Semakin besar rating yang diberikan, maka tingkat kepercayaan toko juga makin tinggi. Namun mengecek rating saja tidak cukup.
Langkah yang perlu kamu lakukan adalah melihat kolom komentar yang berisi testimoni pelanggan. Kamu bisa melihat kualitas barang yang dijual, lama pengiriman, secepat apa admin toko merespons permintaan pelanggan dari fitur ini. Kolom komentar juga menyediakan tempat bagi pembeli membagikan video unboxing.
2. Jangan Berikan Kode OTP ke Pihak Manapun
Saat mengaktifkan toko online, biasanya pengembang akan mengirimkan kode OTP ke nomor pengguna. Kode autentikasi ini terdiri dari 4 sampai 6 digit nomor. Karena berhubungan langsung dengan data pribadi, maka jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.
Kode ini hanya untuk pengguna, jika ada pihak yang lain yang meminta harus langsung ditolak. Konsekuensi dari penyebaran OTP adalah akun toko online bisa digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Jika ada aplikasi paylater, maka orang tidak bertanggung jawab tersebut bisa menggunakannya untuk berbelanja dengan penagihan kepada pemilik akun.
3. Cek Deskripsi Barang dengan Teliti
Banyak kasus pengguna menerima barang yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Misal, ada toko online yang menjual lemari dengan harga miring. Ketika sampai ternyata lemari yang dimaksud hanyalah mainan semata.
Namun konsumen tidak bisa melakukan protes karena deskripsi barang dari toko online sudah benar. Jika kasus ini terjadi, komplain kepada costumer service akan ditolak karena dianggap kelalaian dari konsumen sendiri.
4. Cermati Syarat dan Ketentuan
Tiap penjual punya syarat dan ketentuan sendiri, mulai dari garansi hingga maksimal pengembalian. Dengan membeli dari toko, maka kamu juga setuju dengan syarat dan ketentuan.
5. Buat Video Unboxing
Video unboxing saat ini menjadi syarat wajib untuk mengajukan penukaran barang, komplain, dan lain sebagainya. Dengan bukti video, jika ada masalah ke depannya akan mudah untuk segera diurus.
6. Hati-hati dengan Modus Gesek Tunai
Aplikasi Paylater memudahkan pembeli untuk mendapatkan barang segera dengan cara mencicil. Biasanya pembayaran dengan metode ini juga lebih banyak diskon dan promo.
Beberaps seller menjadikan Paylater sebagai ladang bisnis dengan sistem Gestun alias Gesek Tunai. Konsumen diarahkan untuk membeli barang di produk seller yang sebenarnya fiktif, lalu seller akan menukar barang dengan sejumlah uang yang diminta oleh konsumen.
Misal konsumen punya limit Paylater Rp1 juta dan ingin mencairkannya. Uang tersebut digunakan untuk membeli barang di seller dengan sistem kredit. Nanti seller akan memberikan sejumlah uang sesuai nilai barang yang dibeli, dipotong dana admin dan jasa.
Namun ada kasus Gestun ini dijadikan penipuan. Konsumen mengajukan pencairan uang Rp10 juta, tapi oleh seller tidak dicairkan padahal aplikasi telah memberikan pembayaran untuk pembelian barang.
Jika mengalami penipuan Gestun maka aplikasi toko online tidak akan memberikan ganti rugi karena sistem ini terhitung ilegal.
Nah di atas adalah 6 tips aman belanja online agar tidak mengalami penipuan. Untuk mengurangi risiko ditipu, lebih baik beli dari toko mall online atau datang secara langsung.
Baca juga: Survei Zigi-KIC: Gen Z Lebih Pilih Punya e-Wallet Dibanding ATM Bank
