Arkeolog Temukan Mumi Mesir Hamil, Janin Awet Selama 2000 Tahun
ZIGI – Mumi Mesir yang diteliti pada pertengahan tahun 2021 mengejutkan banyak orang. Pasalnya mumi tersebut dalam keadaan hamil dengan janin bayi utuh hingga lebih dari 2000.
Janin mumi Mesir itu diperkirakan berusia sekitar 20 hingga 30 minggu. Sang ibu juga tampaknya meninggal dalam usia muda, antara 20 hingga 30 tahun. Simak berita lengkap mumi Mesir hamil di bawah ini.
Baca Juga: Hasil CT Scan Ungkap Rahasia Tubuh Mumi Raja Amenhotep I
Arkeolog Temukan Mumi Mesir Hamil, Janin Awet 2000 tahun
Warsaw Mummy Project adalah organisasi arkeolog dari University of Warsaw yang melakukan penelitian terhadap mumi Mesir sejak tahun 2015. Seluruh mumi Mesir yang ditemukan telah dipindahkan ke National Museum di Warsawa, Polandia untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Melansir dari CNN pada Jumat, 14 Januari 2022, para arkeolog yang sedang melakukan scanning menemukan hal mengejutkan.
Tim memindai salah satu mumi yang sebelumnya diyakini sebagai pendeta laki-laki Mesir bernama Hor Djehuty. Ternyata hasil pemindaan memperlihatkan di bagian perut tampak bayangan kaki kecil yang tampak seperti janin bayi.
Sebelum diidentifikasi hamil, mumi itu sempat dikira sebagai mumi pria. Tapi penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa mumi tersebut berjenis kelamin wanita. Hal ini karena tulang yang dipindai menunjukan bentuk bekas tempat payudara di bagian dada. Begitu juga dengan sisa rambut panjang yang masih melekat. Ini adalah pertama kalinya mumi Mesir hamil ditemukan.
Menurut peneliti Wojtek Ejsmond, mumi itu pertama kali dibawa ke Polandia pada 1826 oleh Jan Wyk-Rudzki. Mumi tersebut kemudian dipajang di museum sejak 1917 hingga sekarang.
Ada dugaan bahwa mumi Mesir yang ditemukan bersama janin adalah bagian dari keluarga kerajaan. Namun informasi ini belum bisa dikonfirmasi karena banyak peti mumi yang ditukar untuk diperjualbelikan.
Investigasi Lanjut Janin Mumi Mesir
Lebih lanjut, Mumi wanita muda tersebut dikabarkan meninggal di usia 20 hingga 30 tahun meski penyebab kematiannya belum jelas. Sedangkan janin berkisar di usia 26 hingga 30 minggu. Keberadaan janin ini mengherankan para arkeolog.
Biasanya jika sebuah mayat dijadikan mumi, seluruh organ dalam akan dikeluarkan sebelum pengawetan, termasuk bagian rahim. Anehnya janin tetap berada di dalam perut saat mumifikasi (pembalseman untuk mengawetkan mayat menjadi mumi). Arkeolog berpendapat salah satu alasannyakemungkinan berkaitan dengan agama.
"Mungkin mereka mengira anak yang belum lahir artinya belu memiliki jiwa, dan akan lebih aman (di dalam rahim) saat pergi ke akhirat," ujar arkeolog Ejsmond.
Dalam Journal of Archeological Science diperkirkan mumi ini berasal dari Thebes, Mesir pada abad ke-1 sebelum Masehi. Artinya, janin mumi awet hingga lebih dari 2000 tahun. Para peneliti yang menemukan mumi Mesir ini mengatakan temuan ini bisa menunjukan praktik kehamilan kuno di Mesir.
Berita penemuan mumi Mesir hamil ini mengejutkan banyak orang. Pasalnya selama puluhan tahun penelitaian, janin mumi Mesir yang masih ada di kandungan belum pernah ditemukan sebelumnya.
Baca Juga: Peneliti Berhasil Ungkap Detail Wajah Mumi Mesir Kuno
