"Pada saat lebaran 2017 sudah bisa dimanfaatkan terbatas dari Karanganyar ke Ngawi tanpa membayar"
Jalan Tol
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan beberapa ruas tol Trans Jawa bisa mulai beroperasi pada 2017. Salah satunya tol Solo-Ngawi yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun depan.

"Mudah-mudahan Jalan Tol Trans Jawa yakni ruas Bawen-Salatiga, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono juga bisa beroperasi," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangannya, Senin (19/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Empat Jalan Layang Akan Dibangun Atasi Kemacetan Tol Brebes)

Ruas Tol Solo –Ngawi memiliki total panjang 90,25 kilometer (km). Pembangunan proyek jalan tol ini dilakukan dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah memberikan dukungan konstruksi untuk meningkatkan tingkat kelayakan finansial ruas tol ini.

Pemerintah membangun konstruksi untuk Solo (Kartosuro)-Karanganyar sepanjang 20,9 km. Sisanya sepanjang 69,35 km dilaksanakan oleh PT Solo Ngawi Jaya (SNJ). Untuk porsi pemerintah berdasarkan data per 9 Desember, konstruksinya sudah mencapai 90,02 persen dan pembebasan lahannya 98,98 persen. 

(Baca: Proyek Tol Bawen–Yogyakarta Dipercepat Mulai Tahun Depan)

Bagian yang dibangun SNJ terdiri dari dua paket. Paket 1 (Karanganyar-Mantingan) sepanjang 35,15 km konstruksinya telah mencapai 65,95 persen dengan status pembebasan lahan 91,40 persen. Paket 2 (Mantingan-Ngawi) sepanjang 34,2 km, konstruksinya telah mencapai 39,17 persen dengan status pembebasan lahan 91,70 persen.

Sebenarnya SNJ menargetkan ruas tol ini bisa beroperasi penuh pada Oktober 2017. Namun, Direktur Utama SNJ David Wijayanto mengatakan pihaknya akan mengusahakan konstruksi tol ini bisa rampung seluruhnya pada Juni tahun depan.

"Sehingga pada saat lebaran 2017 sudah bisa dimanfaatkan terbatas dari Karanganyar ke Ngawi tanpa membayar," kata David. (Baca: PUPR Targetkan Pembebasan Lahan Trans Jawa Selesai Tahun Ini)

Menurutnya target penyelesaian konstruksi bisa terkejar apabila sisa lahan yang belum dibebaskan bisa selesai dalam dua bulan ke depan, yakni Februari 2017. Saat ini untuk ruas tol Solo-Ngawi masih menyisakan 56 hektare lahan yang belum dibebaskan. Sekitar 16 hektare diantaranya berada dilokasi yang dibangun oleh pemerintah sedangkan sisanya seluas 40 hektar berada pada ruas yang dikerjakan PT. SNJ.

David mengatakan sepanjang jalur dari Karanganyar hingga Ngawi akan terdapat sebanyak 58 overpass atau jalan layang. Seluruhnya membutuhkan penambahan lahan yang harus selesai pembebasannya sebelum konstruksi dilakukan.

(Baca: Waskita Jajaki Dana Pensiun dan BPJS Biayai Tol Trans Jawa)

Artikel Terkait
Sekuritisasi ini dilakukan karena Jasa Marga membutuhkan alternatif pendanaan proyek baru. Hingga semester I-2017 saja, Jasa Marga telah mengoperasikan 15 jalan tol sepanjang 600 kilometer.
Selain sistem ganjil-genap, alternatif lain yang dikaji untuk mengatasi kemacetan di Tol Cikampek adalah dengan pembatasan kendaraan logistik.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono masih menunggu permintaan resmi untuk membangun apartemen DPR.