"Alhamdulillah tadi sudah mendapatkan laporan dari Menteri PU, hari ini khusus di Batang 100 persen pembebasan selesai. Kemudian yang di Kendal dan Semarang, akhir Februari selesai"
Jokowi
Presiden Jokowi meninjau langsung pembangunan proyek tol Batang-Semarang, Senin (9/1) Biro Pers Sekretariat Presiden

Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Desa Tegalsari, Batang, Jawa Tengah. Dia melihat langsung bahwa penyelesaian pembebasan lahan ruas tol yang menjadi bagian proyek Trans Jawa ini hampir seluruhnya selesai. Dengan begitu, pelaksanaan konstruksi bisa dipercepat.

Dia sempat menceritakan saat menjadi Walikota Solo, pembebasan lahan merupakan masalah besar yang sulit diselesaikan. Masalah ini berlarut-larut hingga membuat proyek tol Semarang-Batang mangkrak sejak 2006.

"Alhamdulillah tadi sudah mendapatkan laporan dari Menteri PU (Pekerjaan Umum), hari ini khusus di Batang 100 persen pembebasan selesai. Kemudian yang di Kendal dan Semarang, akhir Februari selesai," kata Jokowi dalam keterangannya saat meninjau salah satu lokasi proyek tersebut.

Dengan selesainya pembebasan lahan, harapannya proses penyelesaian pembangunan tol ini bisa lebih cepat. Presiden pun memberikan target jalur tol ini sudah dapat dilalui saat musim mudik lebaran pertengahan tahun ini. (Baca: PUPR Targetkan Tiga Ruas Tol Trans Jawa Beroperasi 2017)

Menurutnya pembangunan proyek ini bisa cepat selesai adanya tiga faktor yang mendukung. Pertama, pembebasan lahannya bisa cepat selesai dengan dukungan regulasi. Sebelumnya, dia telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2016 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Kedua, adanya dana talangan untuk mempercepat proses pembayaran pembebasan lahan. Hingga akhir 2016, total dana talangan yang berhasil dihimpun dari 32 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah mencapai Rp 32,61 triliun. Sebagian dari dana talangan tersebut telah disalurkan untuk sejumlah proyek jalan tol seperti Trans-Jawa, Trans-Sumatera, Jabotabek, dan sejumlah pembangunan lainnya di Indonesia.

Ketiga, Jokowi memerintahkan agar jam kerja pengerjaan proyek ini ditambah. Dari yang awalnya satu shift, menjadi dua atau tiga shift. Sehingga proses pengerjaan konstruksi proyek bisa lebih cepat dilakukan. (Baca: 2017, PUPR Akan Tambah 392 Kilometer Jalan Tol Baru)

Setelah meninjau pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang Seksi 1, Presiden didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko proses pembayaran ganti kerugian. Pembayaran ini terkait pembebasan lahan Tol Trans Jawa.

Di wilayah Kabupaten Batang, pembayaran untuk warga Desa Kandeman sebanyak 89 bidang tanah senilai Rp 53,3 miliar dan Desa Ponowareng sebanyak 98 bidang tanah senilai Rp 35,5 miliar. Pembayaran dilakukan dengan mekanisme pembukaan buku rekening baru. Setiap pemilik lahan mendapat satu buku rekening bank dan ATM.