Ada tiga sektor yang perlu dikebut dalam 28 tahun untuk membuat Indonesia menjadi Negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia.
Pertumbuhan gedung
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2045, atau seabad setelah kemerdekaan. Namun, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapainya.

Menurutnya, dalam 28 tahun, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 309 juta jiwa. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5-6 persen per tahun, pendapatan penduduk akan mencapai US$ 29 ribu per kapita. Sehingga, pada 2045, Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai US$ 9,1 triliun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Di tahun 2045 insyaAllah Indonesia akan menjadi ekonomi terkuat keempat di dunia,” kata Jokowi saat membuka acara Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin (27/3).

(Baca juga: Jokowi : Pengusaha Jangan Banyak Minta Fasilitas ke Pemerintah)

Jokowi pun mengakui perhitungan itu tak dibuatnya sendiri, melainkan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. "Saya percaya hitung-hitungan itu. Siapa yang tidak percaya Ibu Sri Mulyani dan Pak Darmin,” ujarnya.

Hanya saja, Jokowi juga menyatakan bahwa proyeksi yang sangat positif itu disertai ‘syarat dan ketentuan berlaku’. Maka untuk mencapainya, Pemerintah akan memfokuskan pembangunan ke dalam tiga segmen.

Dirinya mengatakan setiap segmen akan berjalan 10 tahun dengan fokus yang berbeda. Menurutnya, 10 tahun pertama akan digunakan untuk membenahi infrastruktur, dan berikutnya untuk membenahi industri pengolahan. "Lalu 10 tahun ketiga langsung masuk ke dalam bidang jasa," kata Jokowi.

(Baca juga: Kejar Target Sertifikasi, Jokowi Minta Juru Ukur Tanah Ditambah)

Hal itulah yang kini membuatnya menggeber berbagai macam proyek mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, kereta api, hingga pembangkit listrik. "Karena tanpa itu, jangan harap kita dapat bersaing," katanya.

Setelah infrastruktur dibangun, maka tahap selanjutnya adalah memajukan industri pengolahan. Jokowi mengingatkan para pengusaha agar meninggalkan penjualan barang mentah dan mulai berfokus kepada barang jadi yang memiliki nilai tambah.

Sedangkan pada tahap pembangunan ketiga adalah industri jasa. Jokowi mencontohkan salah satu industri jasa yang memiliki potensi besar adalah pariwisata. Hal ini dinilainya cocok, mengingat pemerintah telah menetapkan 10 daerah sebagai destinasi wisata baru. "Siapa saja pemimpinnya, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci Indonesia Emas 2045," katanya.

(Baca juga: Penyerahan Draf Paket Kebijakan Ekonomi XV Diundur Sepekan)

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki cara unik mengucapkan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Dia memajang lukisan dan tulisan tangannya di laman facebook menjelang sehari perayaan Lebaran.
Para menteri di bidang ekonomi kemungkinan besar aman. Menteri asal Partai Amanat Nasional terancam.
Jika tidak memakai ISAK 8, Pertamina akan terbebas dari kewajiban mencatat seluruh utang mitranya.