Penurunan ini disebabkan tingkat kepercayaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang masih rendah.
Bongkar muat ikan
Donang Wahyu|KATADATA

Penyaluran kredit perbankan untuk sektor kelautan dan perikanan tahun ini diperkirakan turun 31,4 persen dibandingkan tahun lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan total rencana penyaluran kredit perbankan (RBB) 2017 ke subsektor Kelautan dan Perikanan hanya Rp 16,6 triliun. Lebih rendah dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 24,21 triliun.

Direktur Pengawasan Bank OJK Irnak Fiscallutfi mengatakan penurunan ini disebabkan tingkat kepercayaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang masih rendah. Selain itu, banyak perbankan nasional yang masih fokus pada sektor-sektor tertentu sebagai sasaran penyaluran kreditnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Jadi keengganan itu bukan karena dia enggan, memang karena niatnya,” katanya di Menara Kadin, Kamis (18/5). (Baca: Pengusaha Minta Perbankan Lebih Banyak Salurkan Kredit Perikanan)

Melalui Program JARING (Jangkau-Sinergi-Guideline), OJK sudah menawarkan perbankan untuk ikut serta dalam pembiayaan sektor kelautan dan perikanan. Namun, dari total 118 institusi perbankan nasional, hanya 47 bank yang bersedia. Sementara nilai penyalurannya hanya Rp 16,6 triliun dari total rencana kredit sektor kemaritiman tahun ini sebesar Rp 62 triliun.

Meski begitu, Irnak menyatakan OJK akan tetap berupaya agar keikutsertaan perbankan dalam program JARING dan penyaluran kredit ke subsektor kelautan dan perikanan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pengembalian kredit di industri ini. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

(Baca juga: Kementerian Kelautan: Potensi Stok Perikanan Capai 9,9 Juta Ton)

KKP diharapkan bisa mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung sektor ini. Misalnya, pelabuhan perikanan dan penyaluran bantuan alat penangkap ikan. Hal ini diyakini bisa meningkatkan tingkat kepercayaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan. “Misalkan bank masuk di sana, tapi kalau tidak ada pelabuhan, bagaimana kegiatan itu bisa terjadi,” katanya. 

JARING merupakan salah satu Program Flagship OJK yang akan terus diperkuat implementasinya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui pencapaian dan kendala yang dihadapi serta memberikan solusi melalui kemitraan dengan kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Salah satu implementasi program JARING adalah pembuatan 17 fasilitas pendingin ikan atau single coldstorage di tahun 2016, seperti di Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Di lokasi ini KKP juga akan memberikan tambahan 1 unit Air Blast Freezer kapasitas 4 ton untuk mendukung coldstorage, serta mobil berpendingin. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas coldstorage di wilayah Sendang Biru.

(Baca juga: Ekspor Perikanan 2017 Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat)

Artikel Terkait
"Kami di industri bahu membahu membangun awareness (kesadaran), karena 90% kejahatan di faktor orangnya," kata Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja.
"Pencapaian kinerja BTN ini semuanya rata-rata jauh di atas pencapaian industri perbankan," ujar Maryono
Pendapatan operasional selain bunga bersih membaik menjadi minus Rp 1,94 triliun pada Juni 2017 dari sebelumnya minus Rp 4,15 triliun pada Juni 2016.