"Garuda Indonesia menargetkan pendapatan sebesar Rp 180 miliar, dengan 2 juta pengunjung website, dan 40.000 pengunduh baru aplikasi Garuda Indonesia," katanya
Target GATF Surabaya
Pengunjung memes an tiket di agen perjalanan pada Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/3). ANTARA FOTO/Moch Asim

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menggelar "Garuda Online Travel Fair". Kedua pihak menargetkan penjualan sebesar Rp 180 miliar dalam penyelenggaraan Travel Fair selama seminggu, dari 3 sampai 9 Agustus 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury merasa optimistis untuk mencapai target penjualan tersebut. "Garuda Indonesia menargetkan pendapatan sebesar Rp 180 miliar, dengan 2 juta pengunjung website, dan 40.000 pengunduh baru aplikasi Garuda Indonesia," katanya di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (2/8).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Meski begitu, target penjualan tersebut bukan jumlah yang besar dibandingkan pendapatan Garuda Indonesia. Dia menyebutkan penjualan tahunan yang didapatkan Garuda rata-rata sekitar US$ 3 miliar.

Pahala menjelaskan telah meraih nilai transaksi penjualan sebesar Rp 162 miliar dan Rp 106 miliar pada 2 gelaran Online Travel Fair sebelumnya. Untuk acara yang sama kali ini, dia mengaku telah mencapai sasaran penjualan sebanyak 102 persen. (Baca: Incar Rp 207 Miliar, Garuda Indonesia Travel Fair Digelar di 23 Kota)

Untuk mencapai target Online Travel Fair kali ini, Garuda telah menyiapkan 2,6 juta tiket promo. Dia optimis target bisa dicapai karena bekerja sama dengan bank-bank milik negara sehingga transaksi perbankan digital lebih maksimal. Harapannya sinergi positif antara Garuda dan Himbara dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain itu, dia juga ingin menstimulasi perkembangan penggunaan digital dalam transaksi perbankan. Alasan utama Garuda menggelar Online Travel Fair adalah untuk mengedepankan pangsa pasar penjualan secara digital. Sejalan dengan rencana pengembangan bisnis Garuda lewat situs internet dan aplikasi telepon pintar (smartphone).

"Transaksi digital terutama dalam pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia secara online, terus meningkat dari tahun ke tahun," tambahnya. (Baca: Keamanan Jadi Masalah Utama Layanan Keuangan Digital Indonesia)

Ketua HIMBARA Maryono menjelaskan bahwa bisnis travel adalah salah salah satu sektor yang paling besar penggunaannya dalam transaksi pembayaran digital. Hal itu disebabkan penggunaan transaksi secara digital dinilai efisien pemesanan dan jaminan keamanan bagi masyarakat.

Dia menyatakan kontribusi perbankan milik negara dalam transaksi ini adalah wujud sinergi BUMN untuk memberikan pengalaman digital. "Transaksi nontunai yang terus dikembangkan HIMBARA mendorong sektor pariwisata berkembang lebih cepat," kata Maryono.

(Baca: Transaksi Online, Resep BTN Gaet Nasabah Baru)

Melalui kerja sama Garuda dan Himbara, pembeli tiket penerbangan tujuan domestik atau internasional pada Online Travel Fair bisa mendapatkan penawaran harga menarik. Para nasabah pemegang kartu debit atau kredit dapat menikmati diskon tambahan hingga Rp 3,5 juta melalui cicilan dengan bunga 0% dalam jangka waktu 6 bulan.

Artikel Terkait
Selama ini ada koperasi yang digagas oleh perusahaan penyelenggara aplikasi taksi online, namun pengemudi mengklaim penggunaan dananya tidak jelas.
Dalam tiga tahun ke depan, pembelanjaan kontraktor migas menggunakan Garuda ini diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.
Pembukaan rekening baru di digital branch diklaim bisa selesai dalam 10 menit dengan menggunakan mesin tyme digital kiosk.