Tim SWAT dan FBI berada di sekitar kediaman rumah Johannes Marliem, sebelum terdengar baku tembak.
Johannes Marliem
Facebook @johannesmarliem78

Johannes Marliem yang menjadi saksi kunci kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dikabarkan meninggal dunia di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat. Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah telah mengkonfirmasi mengenai kabar kematian Johannes, Jumat (11/8).

Johannes disebut sebagai saksi kunci kasus e-KTP karena memiliki rekaman percakapan selama proyek itu berjalan. Johannes merupakan provider produk automated fingerprint identification system (AFIS) merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP. Penyidik KPK pun pernah mengunjungi kediamannya di Amerika Serikat. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Peristiwa kematian Johannes menjadi pemberitaan di beberapa media seperti Los Angeles Times dan NBC Los Angeles. Johannes tewas tanpa kepastian penyebabnya, setelah sebelumnya dilaporkan memiliki senjata api dan membarikade keluarganya di kediamannya di kawasan Edinburg Avenue, Los Angeles.

(Baca: Saksi Kunci Johannes Marliem Tewas, KPK Terus Sidik Korupsi e-KTP

Setelah menerima laporan, petugas Special Weapons And Tactics (SWAT) mengunjungi rumah Johannes pada Rabu (9/8) sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Sehari sebelumnya, Johannes sempat ditangkap karena membawa senjata di tempat umum oleh Los Angeles Police Department. Namun, Johannes tidak ditahan karena membayar denda untuk menunggu persidangan.

Selain tim SWAT, para tetangga menyebutkan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan tim negosiator berada di sekitar kediaman Johannes Marliem. Aparat keamanan ini mengevakuasi para tetangga dan meminta menjauh dari lokasi kejadian.

Tiga jam setelah kedatangan aparat, pada pukul 19.30 waktu setempat, barulah istri dan anak perempuannya keluar rumah. Sementara Johannes tetap berada di dalam bangunan.

(Baca: Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus Korupsi e-KTP)

LA Times melaporkan, sekitar pukul 23.00 waktu setempat, para tetangga mendengar 20-30 tembakan dan belum jelas berasal dari tembakan air mata atau senjata api. Persitiwa tegang dikabarkan berakhir sekitar Kamis (10/8) dini hari sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Aparat masuk ke dalam rumah dan menemukan Johannes  dalam keadaan tewas.

Pada hari yang sama dengan waktu tak jauh berbeda, tak jauh dari rumah Johannes, di sebuah mansion mewah kawasan Pacific Palisades dikabarkan terjadi situasi baku tembak yang sama gentingnya.

Daily Mail melaporkan, rumah mewah yang dimiliki Tamme McCauley, mertua aktor Joseph Gordon-Levit, terdapat seseorang laki-laki berusia 50 tahunan dalam keadaan mabuk menembaki pacarnya. Sang pacar berhasil diselamatkan SWAT.

(Baca: Terseret Kasus e-KTP, Keponakan Setnov Dicegah KPK ke Luar Negeri)

Pria penembak bersembunyi dalam rumah dan SWAT mengejarnya. Terjadi baku tembak sekitar dan n polisi diperkirakan menggunakan sekitar 30 sampai 40 kaleng gas air mata dilemparkan ke dalam bangunan. Setelah polisi masuk ke dalam bangunan, pria tersebut ditemukan dalam keadaan tewas diduga karena bunuh diri.

Kedua peristiwa ini menjadi perhatian dalam forum diskusi  boards.4chan.org. Peserta diskusi yang menggunakan identitas anonim, mengatakan kedua peritiwa janggal karena berdekatan dan terjadi di waktu yang hampir bersamaan.

"Kedua orang dianggap bunuh diri meskipun terdengar banyak tembakan," kata salah seorang peserta diskusi tersebut.

Johannes Marliem menjadi perbincangan karena pernah menyumbang dana sangat besar senilai US$ 225 ribu untuk mendukung Barack Obama dan Partai Demokrat, meskipun dia bukan warga negara Amerika Serikat.

 

 

Artikel Terkait
Pokok perkara dalam kasus yang menyeret Setnov telah disidangkan di PN Jakarta Pusat, sehingga praperadilan menjadi gugur.
Setya Novanto didakwa menerima Rp 99 miliar juga hadiah jam mewah dari Johannes Marliem.
SPAK meraih ACE Award 2017 karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran pentingnya berperilaku antikorupsi.