Posisi Rachmad Hardadi digantikan oleh Ardhy N. Mokobombang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
Direksi Pertamina
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik dan para direksinya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, 6 Juni 2017. ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero), Selasa (15/8). Perombakan itu meliputi pergantian, penambahan, dan perubahan nomenklatur pada perusahaan BUMN tersebut.

Rini mengeluarkan keputusannya lewat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina Nomor : SK-160/MBU/08/2017, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Salinan keputusan itu diserahkan hari ini di lantai 7 Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. (Baca: Menteri Rini Dikabarkan Rombak Direksi Pertamina)

Dalam surat tersebut, disebutkan pemberhentian dengan hormat Rachmad Hardadi dari jabatan Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. "Pemberhentian dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan," bunyi salinan surat tersebut.

Posisi Rachmad digantikan oleh Ardhy N. Mokobombang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.

Keputusan lainnya dalam surat tersebut yaitu pengangkatan Gigih Prakoso sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko. 

Kemudian, Rini juga mengalihkan penugasan Dwi Wahyu Daryoto yang semula Direktur SDM, Teknologi Informasi, dan Umum menjadi Direktur Manajemen Aset. Lalu, Arief Budiman semula Direktur Keuangan dan Strategi Perusahaan menjadi Direktur Keuangan.

Selain itu, Rini menugaskan Dwi Wahyu Daryoto untuk menjalankan tugas sebagai Direktur SDM yang juga merangkap jabatan Direktur Manajemen Aset Perusahaan Perseroan Pertamina sampai dengan diangkatnya Direktur SDM definitif.

Berikut perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota direksi PT Pertamina:
1. Direktur Utama: Elia Massa Manik;
2. Direktur Keuangan: Arief Budiman;
3. Direktur Hulu: Syamsu Alam;
4. Direktur Gas: Yenni Andayani;
5. Direktur Pemasaran: Muchamad Iskandar;
6. Direktur Manajemen Aset: Dwi Wahyu Daryoto;
7. Direktur Pengolahan: Toharso;
8. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko: Gigih Prakoso;
9. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang.
10. Direktur SDM: Dwi Wahyu Daryoto.

Ketika dikonfirmasi, Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra membenarkan susunan jajaran direksi baru Pertamina tersebut. "Sudah benar semua. Pak Arief Budiman jadi hanya direktur keuangan saja," kata Hambra.

Artikel Terkait
Untuk tahun ini, Pertamina memprediksi butuh Rp 800 miliar.
"Setelah proyek dibangun di 10 lokasi, ini menjadi proyek terbesar di dunia. Belum pernah ada yang seperti ini," kata Mugiono.
“Hitungan detail belum dapat kami lakukan karena data belum dapat secara menyeluruh," kata Gigih.