Secara kumulatif, Januari-Juli 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,81 juta kunjungan. Angka itu naik 23,53% dibandingkan jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun lalu.
Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Sejumlah wisatawan berfoto di objek wisata Bukit Cinta, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/4). Bukit Cinta merupakan destinasi wisata yang menawarkan pemandangan matahari tenggelam (sunset). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2017. Hasilnya, jumlah kunjungan melonjak 30,85% dibanding bulan bulan yang sama tahun lalu dan masih didominasi wisman asal Tiongkok.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kunjungan wisman pada Juli 2017 ini mencapai 1,35 juta kunjungan. Sementara pada Juli 2016 jumlahnya sebanyak 1,03 juta kunjungan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Dari total tersebut, kunjungan wisman masih didominasi Tiongkok sebanyak 214.573 orang atau 15,88%," ujar Suhariyanto saat konferensi pers, di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (4/9).

Adapun, kunjungan wisman terbanyak pada masa liburan musim panas itu berasal dari Australia 8,71%, Singapura 8,08%, Malaysia 6,99%, dan Jepang 3,61%.

(Baca juga:  Harga Pangan dan Transportasi Turun, Agustus Deflasi 0,07%)

Secara kumulatif, Januari-Juli 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,81 juta kunjungan. Angka itu naik 23,53% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,32 juta kunjungan.

Jika dibandingkan dengan kunjungan selama Juni 2017, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2017 yang melalui 19 pintu masuk utama mengalami kenaikan 24,58%. Kenaikan terbesar terjadi di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta sebesar 107,23%. Sedangkan, yang paling kecil di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara sebesar 12,08%.

Grafik: Jumlah kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia (Jan 2016- Juli 2017)
Jumlah kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia (Jan 2016- Juli 2017)

"Kenaikan di Bandara Adi Sucipto kemungkinan karena adanya Borobudur International Festival dan adanya Konferensi Internasional se-Asia Pacific," ujar Suhariyanto.

Sementara itu, tingkat hunian kamar hotel berbintang pada Juli 2017 mencapai rata-rata 57,52% atau naik 3,75 poin jika dibandingkan dengan tingkat hunian kamar pada Juli 2016 yang sebesar 53,77%. Demikian pula jika dibandingkan Juni 2017, yang naik sebesar 6,50 poin.

(Baca juga: Konsumsi Masyarakat Tertahan, Laju Ekonomi Diprediksi Maksimal 5,05%)

Kenaikan jumlah kunjungan wisman ini sejalan dengan kenaikan jumlah penumpang angkutan domestik pada Juli 2017. Tercatat, jumlah penumpang angkutan udara yang diberangkatkan pada Juli 2017 sebanyak 8,9 juta orang atau naik 27,89% dibanding Juni 2017. Namun, jumlah penumpang tujuan luar negeri naik 10,56% menjadi menjadi 1,5 juta orang.

Sementara, Januari-Juli 2017 jumlah penumpang domestik mencapai 50,5 juta orang atau naik 10,75% dan penumpang internasional 9,5 juta orang atau naik 14,15% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, jumlah penumpang angkutan laut pada Juli 2017 juga mengalami kenaikan 18,73% jika dibandingkan Juni 2017 menjadi 1,8 juta orang. Secara kumulatif, Januari-Juli 2017, jumlah penumpang mencapai 9,5 juta orang atau naik 4,67% dibanding Januari-Juli 2016.

Kondisi serupa terjadi di jumlah penumpang kereta api Juli 2017 yang naik 11,68% dibanding Juni 2017 mnjadi 34,3 juta. Sementara, periode Januari-Juli 2017 jumlah penumpang mencapai 220,7 juta orang atau naik 10,03% dibanding Januari-Juli 2016.

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
Indeks demokrasi DKI Jakarta mengalami penurunan tertinggi pada 2016. Turunnya peringkat Jakarta akibat dampak kampanye pemilihan gubernur.
Proyek pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar (cruise) di Tanjung Benoa, Bali mulai dibangun. Luhut mengklaim pelabuhan kapal pesiar ini akan menandingi pelabuhan di Singapura.
PT Indonesia Ferry Properti akan membangun, mengembangkan, dan mengoperasikan kawasan Pelabuhan Marina Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur