"Rapat koordinasi (dengan Kementerian LHK) akan dibahas minggu ini," kata Max
Tol Salatiga Bawen
Ilustrasi tol ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan menggelar rapat dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Pasalnya masih ada hambatan lahan dalam pembangunan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan tersebut.

Direktur Proyek Sektor Jalan dan Jembatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Max Antameng mengatakan hambatan terjadi pada Taman Hutan Bukit Soeharto. Pada taman tersebut ada area tanam tumbuh yang akan dilintasi tol Balikpapan-Samarinda. Adapun panjang kawasan tanam yang dilintasi mencapai 16,5 kilometer, sedangkan ruas seksi II tol ini melewati kawasan Tahura dengan panjang 24 kilometer.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Rapat koordinasi (dengan Kementerian LHK) akan dibahas minggu ini," kata Max dalam keterangan resmi KPPIP, Selasa (12/9). (Baca: Rampung Akhir 2018, Jokowi Minta Tol Balikpapan Disambung ke Bontang)

Menurutnya proses pembabasan lahan di wilayah tersebut, secara administratif sebenarnya sudah rampung 100%. Namun, lantaran adanya area tanam yang akan dilintasi, maka konstruksi sebagian tol Balikpapan-Samarinda terhambat dan belum bisa dilakukan saat ini.

Saat ini proses konstruksi tol seksi I yang menghubungkan Balikpapan dengan Samoja telah mencapai 68,3%. Seksi II Samboja - Muara Jawa mencapai 68,3% dan konstruksi seksi III yang menghubungkan Muara Jawa - Palaran telah mencapai 26,7%. Sedangkan seksi IV Palaran hingga Samarinda yang telah mencapai 12,1% dan seksi V dari Balikpapan hingga Sepinggan progresnya 8,2%.

Untuk urusan lahan, hingga saat ini sudah 95,3% yang dibebaskan dengan progres paling lambat terjadi di seksi V yakni baru mencapai 76,2%. "Kalau seksi I dan II sudah 100%," katanya.

Dirinya juga menjelaskan untuk penggantian dana talangan proyek tol Balikpapan - Samarinda ini telah mencapai 98 persen. Dengan kata lain urusan penggantian dana saat ini hampir selesai seluruhnya, "Kami juga koordinasikan dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terkait penggantian ini," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pengerjaan proyek jalan tol Balikpapan–Samarinda di Kalimantan Timur bisa rampung pada Desember 2018. Setelah selesai, dia ingin proyek tol pertama di Kalimantan ini bisa berlanjut hingga ke Bontang. (Baca: Ke Balikpapan, Jokowi Bahas Pemindahan Ibu Kota dengan Gubernur Kaltim)

Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda menelan investasi sebesar Rp 9,97 triliun. Proyek tol pertama di Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam daftar 37 Proyek Prioritas ini, terus memperlihatkan kemajuan. Pemerintah menargetkan tol ini mulai beroperasi tahun depan. Hingga 7 September lalu, total tahapan konstruksi proyek tol sepanjang 99,35 kilometer yang terbagi dalam lima seksi ini baru mencapai 25,92 persen.

Artikel Terkait
Permasalahan ini akan kembali dibahas dalam rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada Jumat (22/9).
"Ada pelajaran misalnya dari proyek di sini (Jakarta). Jadi tidak mengulangi kesalahan," kata Luhut
"Data yang ada, permintaan jembatan ini mencapai ribuan," kata Jokowi