Sejak awal tahun hingga lifting minyak sebesar 792 ribu bph, sementara gas 1.134 ribu bsmph.
SKK Migas
SKK Migas Arief Kamaludin|KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis target produksi siap jual (lifting) hingga akhir tahun bisa tercapai. Untuk mewujudkan itu, SKK Migas juga telah menyiapkan beberapa upaya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengatur ulang jadwal lifting. "Outlook lifting migas hingga akhir 2017 diperkirakan tercapai," kata dia panel IndoEBTKE, Jakarta, Rabu (13/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Lifting Minyak dan Gas Bumi Januari-Agustus Masih di Bawah Target)

Sejak awal tahun hingga lifting minyak sebesar 792 ribu bph, sementara gas 1.134 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). Adapun target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 dipatok 815 ribu bph, dan gas sebesar 1.150 ribu bsmph.

Selain itu, SKK Migas juga berupaya terus mencapai target penerimaan negara. Penerimaan negara sejak awal Januari hingga akhir Agustus lalu sudah mencapai  US$ 8,14 miliar dari target APBN-P 2017 sebesar US$ 12,19 miliar.  

Capaian penerimaan negara itu meningkat dibandingkan semester I 2017 yang baru tercapai sebesar US$ 6,48 miliar. Dengan capaian tersebut, SKK Migas yakin hingga akhir tahun target penerimaan negara dari  migas bisa tercapai. 

Menurut Wisnu, capaian penerimaan negara dari migas didukung dengan adanya efisiensi biaya. Hal ini terlihat dari realisasi biaya penggantian operasi migas (cost recovery) yang masih sesuai alokasi anggaran.

(Baca: Kontraktor Berbiaya Produksi Terbesar: KEI, PHE ONWJ, Medco Natuna)

Sejak Januari hingga Agustus 2017, realisasi cost recovery sebesar US$ 7,21 miliar dari target APBN-P 2017 sebesar US$ 10,70 miliar. "Nilainya di bawah penerimaan negara," kata dia.

Artikel Terkait
Setelah dokumen dimasukkan akhir tahun ini, Unggul berharap PoD tersebut dapat disetujui awal 2018. Sehingga proyek tersebut bisa segera berjalan.
Andiono Setiawan mengatakan rig untuk mengebor lapangan tersebut akan tiba di lokasi tanggal 22 November 2017.
Blok Cepu dan Muara Bakau berhasil melampaui target. Sedangkan Rokan masih di bawah target.