Pendaftaran untuk Warga Negara Asing (WNA) harus dilakukan secara langsung melalui gerai operator telekomunikasi yang digunakannya.
Nomor ponsel
Katadata | Arief Kamaludin

Pemerintah mewajibkan pengguna kartu seluler untuk mendaftarkan nomor prabayarnya dengan validasi Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Ketetapan ini berlaku umum bagi pengguna baru maupun kartu pengguna lama.

"Ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (11/10) kemarin.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Hari ini, Kominfo mulai menjalankan sosialisasi secara langsung ke pengguna telepon seluler. Melalui pesan singkat atau Short Messages Service (SMS), Kominfo menyatakan bahwa per 31 Oktober 2017, pelanggan wajib registrasi ulang nomor prabayarnya dengan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan Nomor KK.

Dalam pesan singkat itu, Kominfo juga memberikan link yang akan membawa pelanggan ke laman operator telepon seluler yang digunakannya. Di sana, operator terkait telah menyediakan informasi terkait prosedur pendaftaran nomor telepon.

Caranya, pelanggan cukup ketik: ULANG#Nomor KTP#Nomor Kartu Keluarga. Kemudian, kirim pesan singkat itu melalui SMS ke 4444. Karena harus disesuaikan dengan data kependudukan, proses validasi ini dapat memakan waktu hingga 24 jam.

Sementara bagi Warga Negara Asing (WNA), registrasi kartu prabayar dapat dilakukan dengan cara mendatangi gerai operator telekomunikasi yang digunakannya. Beberapa dokumen yang harus disiapkan adalah: kartu identitas diri berupa paspor atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Pemerintah juga membatasi jumlah nomor yang dapat diregistrasi oleh pelanggan, maksimal tiga nomor untuk setiap NIK pada setiap operator telekomunikasi. Jika lebih dari tiga nomor, maka nomor keempat dan seterusnya dapat diregistrasi melalui gerai penyelenggara jasa telekomunikasi.

Artikel Terkait
Jahja mengatakan M Cash memiliki pertumbuhan penjualan yang tinggi dan merupakan perusahaan digital yang sudah memperoleh laba
Industri galangan kapal memiliki karakteristik padat karya, padat modal sekaligus padat teknologi.
Penjualan Grup Astra turun drastis dibandingkan kinerja pasar otomotif secara keseluruhan.