Sebagai upaya pemulihan layanan, Telkom memutuskan untuk melakukan migrasi pelanggan ke satelit Telkom-2, Telkom-3S, serta menyewa ke pihak lain.

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk memutuskan untuk menghentikan operasi satelit Telkom-1. Keputusan itu setelah mendapatkan masukan dari Lockheed Martin Space Systems, pembuat Telkom-1, untuk menghindari interferensi dengan satelit lain.

(Baca: Telkom Sewa Satelit Cina untuk Migrasi Pelanggan Telkom-1)

Satelit Telkom-1 diketahui mengalami gangguan pada Jumat (25/8) lalu. Belum diketahui penyebab kerusakan, tapi kemungkinan akibat antena satelit bergeser. Selain itu, usia Telkom-1 pun sudah termasuk uzur karena seharusnya pensiun pada 2014 setelah beroperasi selama 15 tahun. Namun, dalam evaluasi pada 2014 dan 2016, Telkom-1 dinyatakan masih berfungsi baik sehingga dapat beroperasi hingga 2019.

(Baca: Tegur Telkom, Rudiantara: Satelit Sudah Uzur Tapi Tanpa Back-Up)

Akibat kerusakan tersebut kegiatan operasional pelanggan satelit ikut terganggu, termasuk layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik sejumlah bank nasional. Tercatat terdapat 63 pelanggan, baik di dalam negeri maupun asing, yang dilayani Telkom-1.

(Baca: Ribuan ATM dan 126 Kantor Kas BCA Tak Beroperasi Akibat Satelit Error)

Sebagai upaya pemulihan layanan, Telkom memutuskan untuk melakukan migrasi pelanggan ke satelit Telkom-2, Telkom-3S, serta menyewa ke pihak lain, yakni Apstar-4 dan Chinasat-10 yang dimiliki perusahaan Tiongkok. Telkom memastikan penggunaan satelit asing itu tidak berlangsung lama, yakni hingga satelit Telkom-4 diluncurkan pada pertengahan tahun depan.

(Baca: Telkom Minta Maaf, Gangguan Satelit Hingga 10 September 2017)

Artikel Terkait
OJK mengingatkan agar proses digitalisasi perbankan tak menimbulkan dampak signifikan terhadap pengurangan tenaga kerja.