Mengenal Penyebab Meningitis, dan Jenis Vaksinnya

Vaksin meningitis jadi syarat wajib umrah dan haji kini diisukan akan dihapus. Kenali seluk-beluk jenis vaksinnya melalui ulasan berikut ini.
Image title
25 Oktober 2022, 20:36
vaksin meningitis
Freepik
Ilustrasi, dokter menyiapkan vaksin untuk disuntikkan kepada vaksin.

Vaksin meningitis biasanya diberikan kepada calon Jemaah haji dan umroh. Namun bisa juga diberikan kepada anak hingga orang dewasa sebagai upaya pencegahan dari penyakit meningitis yang cukup berbahaya dan bisa mematikan.

Bagi jemaah haji dan umroh diwajibkan vaksin meningitis karena Arab Saudi dan Afrika termasuk negara endemik meningitis. Agar terhindar dari penularan penyakit meningitis maka Jemaah haji diharuskan vaksin meningitis maksimal dua minggu sebelum keberangkatan.

Dikenal sebagai negara endemik meningitis, menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfik Ar Rabiah justru akan mencabut berbagai syarat kesehatan Jemaah umrah Indonesia, termasuk syarat wajib meningitis. Kabar ini diumumkan olehnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat (24/10/2022).

Meski begitu, kita masih menunggu keterangan resmi tertulis terkait syarat vaksin meningitis. Meski pada akhirnya tidak wajib, lalu bagaimana dengan jaminan terhindar dari penularan meningitis? Ini yang masih menjadi pertanyaan.

Advertisement

Jenis-jenis Meningitis

Berdasarkan penyebabnya, ada banyak jenis meningitis yang perlu Anda ketahui. Berikut jenis-jenis meningitis berdasarkan penyebabnya yang kami lansir dari medicalnewstoday.com, di antaranya:

1. Bakteri Meningitis

Bakteri meningitis merupakan salah satu bentuk yang paling berbahaya karena bisa menular dan berakibat fatal. Tidak heran jika meningitis bakteri cukup menjadi perhatian medis segera.

2. Meningitis Virus

Meningitis virus cenderung lebih ringan dari bakteri. Mereka yang terkena meningitis virus dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik biasanya akan pulih sendiri. Sementara yang lainnya membutuhkan perhatian medis.

3. Meningitis Parasit

Beragam parasit bisa menyebabkan meningitis namun jenis ini relatif jarang jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Mereka yang tertular biasanya disebabkan karena memakan hewan yang terinfeksi atau makanan terkontaminasi.

4. Meningitis Amuba Primer

Meningitis amuba primer merupakan infeksi otak yang cukup langka dan merusak. Penyebabnya ialah amuba mikroskopis yang dikenal dengan Naegleria fowleri yang hidup di tanah dan air hangat. Penyakit ini tidak menular, tetapi pengidap bisa tertular karena berenang di air yang mengandung amuba.

Jenis-jenis Vaksin Meningitis

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, penyakit meningitis disebabkan oleh sejumlah bakteri. Oleh karena itu vaksin yang digunakan pun berbeda. Untuk strain meningitis bakteri yang paling umum diidentifikasi ialah A, B, C, W dan Y. Berikut jenis-jenis vaksin meningitis yang dilansir dari healthine:

1. Vaksin Meningokokus

Vaksin meningokokus berfungsi untuk melindungi terhadap beragam serotipe atau galur yang dapat dibedakan dari Neisseria Meningtidis. Strain bakteri ini bisa menyebabkan infeksi serius termasuk meningitis, keracunan darah dan meningococcemia. Adapun 2 tipe utamanya sebagai berikut:

  • MenACWY (Menactra, Menveo, MenQuadfi), yaitu vaksin yang memberikan perlindungan terhadap 4 serogrup meningococcus A, C, W dan Y. Vaksin ini diberikan rutin untuk anak 11-12 tahun, dengan booster untuk anak 16 tahun dan anak 2 bulan yang memiliki risiko tinggi terkena meningokokus.
  • MenB (Bexsero, Trumenba), merupakan vaksin rekombinan untuk memberikan perlindungan terhadap serogrup B. Diberikan kepada anak usia 10 tahun ke atas yang berisiko tinggi terkena penyakit meningokokus.

2. Vaksin H Influenzae Tipe B

Vaksin H influenzae tipe B digunakan untuk melindungi kita dari bakteri H influenza tipe B (Hib) yang dapat menimbulkan beragam penyakit mulai dari ringan hingga berat. Di antaranya infeksi darah, pembengkakan tenggorokan dan pneumonia. Biasanya diberikan kepada bayi mulai dari usia 2 bulan.

3. Vaksin Pneumokokus

Vaksin pneumokokus bisa menyebabkan beragam jenis penyakit selain meningitis seperti infeksi sinus dan pneumonia. Untuk mencegah penyakit pneumokokus, berikut 2 vaksin yang bisa digunakan menurut CDC:

  • Vaksin Konjugat Pneumokokus 13-valent atau PCV13

Digunakan untuk melindungi tubuh dari meningitis yang disebabkan oleh 13serotipe S. Pneumoniae. Diberikan untuk anak usia 2, 4, 5 dan 12-15 bulan.

  • Vaksin Polisakarida Pneumokokus 23-valent atau PSSV23

Pneumovax digunakan untuk melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri pneumokokus. PPSV23 ini diberikan setidaknya 8 minggu setelah dosis PCV13 Direkomendasikan untuk orang dewasa usia 65 tahun ke atas.

4. Meningitis Amuba Primer

Meningitis amuba primer merupakan infeksi otak yang cukup langka dan merusak. Penyebabnya ialah amuba mikroskopis yang dikenal dengan naegleria fowleri yang hidup di tanah dan air hangat. Penyakit ini tidak menular, tetapi pengidap bisa tertular karena berenang di air yang mengandung amuba.

Efek Samping Vaksin Meningitis

Vaksin meningitis sebetulnya tidak akan menyebabkan efek samping serius. Jika pun ada biasanya relatif ringan dan bisa hilang dalam beberapa hari. Namun jika Anda atau anak mengalami efek samping sebaiknya segera memberitahu dokter.

Untuk vaksin meningitis yang bisa menimbulkan efek samping ringan selama 1-2 hari ialah vaksin MenACWY, berikut beberapa efek yang dirasakan:

  • Sakit dan muncul kemerahan di lokasi suntikan
  • Kepala terasa sakit
  • Merasa kelelahan
  • Mengalami nyeri otot dan sendi

Adapun, vaksin MenB yang dikaitkan dengan masalah ringan 3-5 hari, di antaranya:

  • Bekas suntikan merah dan bengkak
  • Kepala terasa sakit
  • Mual
  • Diare
  • Kedinginan atau demam
  • Kelelahan

Vaksin meningitis bisa diberikan kepada anak hingga dewasa agar terhindar dari penularan bakteri meningitis yang bisa menyerang selaput otak. Biasanya diberikan juga kepada calon Jemaah haji dan umrah.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait