Tentang Meningitis, Penyakit yang Merenggut Nyawa Glenn Fredly

Penyakit meningitis yang diderita oleh Glenn Fredly adalah peradangan pada meninges, yakni sistem membran yang melindungi sistem saraf pusat.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
9 April 2020, 10:22
Ambulan yang mengangkut jenazah penyanyi Glenn Fredly meninggalkan RS Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2020). Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia di usia 44 tahun akibat penyakit meningitis.
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
Ambulan yang mengangkut jenazah penyanyi Glenn Fredly meninggalkan RS Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2020). Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia di usia 44 tahun akibat penyakit meningitis.

Penyanyi Glenn Fredly meninggal pada usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati. Penyakit radang selaput otak atau meningitis menjadi penyebab berpulangnya musisi yang dikenal lewat lagu-lagu romantis ini.

"Sudah lama punya penyakit ini, kemarin harusnya opname. Tetapi karena keadaan rumah sakit lagi chaos karena Covid-19, ya dibawa ke rumah. Nah, mungkin di rumah alat dan penanganan kurang memadai," kata Armand Maulana, Rabu (8/4), dikutip Liputan6.

Melansir Healthline, penyakit meningitis adalah peradangan pada meninges, yakni sistem membran yang melindungi sistem saraf pusat.

Meninges sendiri terdiri dari tiga selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges atau selaput yang melapisi otak terinfeksi.

(Baca: Penyanyi Glenn Fredly Meninggal Dunia)

Umumnya, penyebab meningitis adalah akibat infeksi virus dan bakteri. Namun, peradangan juga bisa terjadi saat daya tahan tubuh melemah akibat kanker, iritasi kimia, jamur atau parasit dan alergi obat.

Beberapa jenis meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri ini dapat menular melalui batuk, bersin, atau kontak dekat.

Gejala meningitis

Penyakit radang selaput otak ini umumnya menunjukkan gejala serupa. Namun, gejala meningitis karena bakteri biasanya lebih parah. Gejalanya juga bervariasi tergantung pada profil dan usia pasien yang terinfeksi.

Semua golongan usia berpotensi terjangkit meningitis, termasuk bayi. Apabila meningitis tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memburuk dan memicu komplikasi, termasuk gagal ginjal.

Dikutip dari Life Script, Direktur Pendidikan di National Association of School Nurses di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat (AS) mengatakan, “Meningitis adalah infeksi bakteri yang sangat jarang tapi serius.” Ia menambahkan, “Infeksi itu bisa merenggut nyawa seorang remaja yang tadinya sehat-sehat saja dalam waktu kurang dari 24 jam.”

(Baca: Mengenang Perjalanan Karier dan Karya Glenn Fredly)

Gejala Meningitis Virus

Gejala meningitis pada bayi

  • Muncul benjolan di kepala
  • Nafsu makan menurun
  • Terus menangis
  • Sering mengantuk dan lesu
  • Demam

Gejala meningitis pada orang dewasa

  • Sakit Kepala dan leher kaku
  • Demam disertai kejang
  • Sensitif pada cahaya
  • Mudah mengantuk, dan badan lesu
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun

Gejala Meningitis Bakteri

  • Mual dan muntah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mudah marah
  • Sakit Kepala dan leher kaku
  • Badan panas dingin
  • Area kulit berwarna ungu yang menyerupai memar
  • Sering kantuk, dan badan lesu

Pengobatan dan vaksin meningitis

Dikutip dari Alodokter, pengobatan meningitis berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Contohnya, dokter bisa memberikan obat antimikroba, atau menjalankan terapi lain bila meningitis disebabkan oleh kanker atau lupus.

Penyakit ini bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat dan menghindari kondisi yang dapat memicu penyebaran infeksi. Guna meningkatkan kekebalan tubuh dari kuman penyebab meningitis, Anda bisa melakukan vaksinasi (termasuk vaksin PCV) sesuai anjuran dokter.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait